BERITA TERBARU
Jumat, 16 Mar 2018 12:29 WIB

Ini Wilayah Indonesia yang Kebagian Hari Tanpa Bayangan

Agus Tri Haryanto - detikInet
Hari tanpa bayangan. Foto: Muhammad Ridho/detikcom Hari tanpa bayangan. Foto: Muhammad Ridho/detikcom
FOKUS BERITA Hari Tanpa Bayangan
Jakarta - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengungkapkan, Indonesia akan mengalami hari tanpa bayangan pada 21 Maret dan 23 September 2018. Di mana saja?

Dijelaskan LAPAN, fenomena ini tak hanya terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat. Hari nir bayangan atau hari tanpa bayangan merupakan peristiwa ketika Matahari berada tepat di atas ekuator (khatulistiwa). Alhasil, pada siang hari, Sang Surya tepat di atas kepala dan mengakibatkan tidak ada bayangan.

"Pontianak berada di ekuator sehingga Matahari akan ada di atas kota ini tanggal 21 Maret dan 23 September. Kota lain yang juga dekat dengan ekuator juga mengalami hari tanpa bayangan pada hari yang sama," ujar Pusat Sains Antariksa LAPAN Rhorom Priyatikanto dalam keteranganya, Jumat (16/3/2018).

Untuk hari yang sama, LAPAN mengatakan kota lain di Indonesia juga mengalami hari tanpa bayangan, yakni saat Matahari transit/kulminasi atau berada di atas kota tersebut. Pada situasi ini, tanggalnya berbeda dengan yang sudah disebutkan sebelumnya.



LAPAN menyebutkan, Denpasar akan terdampak fenomena alam tersebut pada 26 Februari dan 16 Oktober, Jakarta pada 5 Maret dan 9 Oktober, Belitung 13 Maret dan 1 Oktober dan Sabang 5 April dan 8 September 2018.

Rhorom menjelaskan, hari tanpa bayangan terjadi akibat kemiringan sumbu rotasi Bumi terhadap bidang ekliptika, maka Matahari tampak bereser pada arah utara-selatan. Matahari dapat berada di atas lintang -23,5 derajat hingga +23,5 derajat.

"Posisi Matahari pada arah utara-selatan dikenal sebagai deklinasi Matahari," ucapnya.

Perpindahan posisi Matahari berdampak pada musim. Matahari di lintang utara = musim panas di belahan utara, Matahari di lintang selatan = musim dingin di belahan utara. Iklim monsoon/muson yang dipengaruhi juga oleh perubahan posisi Matahari sepanjang tahun.



Rhorom mengatakan, ada dua fenomena yang dinamakan equinox dan solstice. Equinox adalah saat Matahari berada di atas ekuator dan seluruh tempat di Bumi mengalami 12 jam siang dan 12 jam Malam. Vernal equinox terjadi (sekitar) 21 Maret dan autumnal equinox terjadi (sekitar) 22 September.

Sedangkan Solstice merupakan ketika surya berada di titik paling utara dan paling selatan. Solstice menandai puncak musim panas atau musim dingin. Summer solstice terjadi (sekitar) 22 Juni dan winter solstice (sekitar) 22 Desember.

Pada 21 Maret dini hari, posisi Matahari akan tepat berada di atas ekuator. Saat tengah hari, Matahari tepat di atas kepala (titik zenith). Saat itu, tugu objek yang berdiri tegak di ekuator akan tampak hampir tidak memiliki bayangan.

Sebagai catatan, kondisi tersebut tak berlaku bagi pohon rindang yang tetap akan memiliki bayangan. Selain itu, hari tanpa bayangan ini terjadi tepat di siang hari, bukan sebelun dan setelah tengah hari. (rns/rns)
FOKUS BERITA Hari Tanpa Bayangan

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed