Rabu, 07 Mar 2018 08:31 WIB

Roket SpaceX Sukses Catatkan Peluncuran ke 50

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Raig Bailey / Florida Today Foto: Raig Bailey / Florida Today
Jakarta - Salah satu roket milik SpaceX, Falcon 9, berhasil membukukan peluncurannya yang ke 50.

SpaceX baru saja sukses menggelar peluncuran Falcon 9 menggunakan Complex 40 Launch Pad yang bertempat di Cape Canaveral Air Force Station, Florida, Amerika Serikat.

Penerbangan tersebut dilakukan pada pukul 00:33 waktu setempat, atau sekitar pukul 12:33 WIB, dengan membawa satelit dari Hispasat, perusahaan telekomunikasi asal Spanyol. Muatan tersebut dilepas 33 menit pasca peluncuran, seperti disebutkan dalam pernyataan resmi SpaceX.

Jika segalanya berjalan sesuai rencana, satelit tersebut kini seharusnya tengah berada di geostationary transfer orbit (GTO) yang berada di ketinggian 35.700 kilometer di atas Bumi.

Setelahnya, satelit tersebut akan menyediakan layanan jaringan internet kepada seluruh konsumen Hispasat dengan jangkauan yang lebih luas, mengingat perusahaan tersebut tengah melakukan ekspansi ke Eropa, Afrika, serta Amerika Utara dan Amerika Selatan.

Satelit tersebut diproyeksikan dapat mengorbit Bumi selama 15 tahun, sebagaimana disebutkan oleh Hispasat, seperti detikINET kutip dari The Verge, Rabu (7/3/2018).

Pihak SpaceX sendiri tidak melakukan upaya dalam mendaratkan kembali pendorong maupun fairing (penutup bagian atas roket) yang digunakan pada peluncuran tersebut diakibatkan cuaca yang kurang mendukung di sekitar Samudra Atlantik.



Meski begitu, hal tersebut tidak menghalangi SpaceX mencatatkan sejumlah rekor lewat peluncuran Falcon 9 terbaru.

Dengan berat 6 ton, satelit bernama Hispasat 30W-6 menjadi muatan terberat yang berhasil dibawa oleh Falcon 9. Selain itu, tuntasnya misi kelima SpaceX pada 2018 ini sekaligus menandakan peluncuran ke 50 dari Falcon 9, sebagaimana Elon Musk sebutkan lewat sebuah kicauan melalui akun Twitter pribadinya.

Lebih hebatnya lagi, Falcon 9 mampu mencapai milestone tersebut tidak sampai delapan tahun setelah peluncuran perdananya pada Juni 2010.

Sebagai perbandingan, roket Atlas V buatan Lockheed Martin dan Boeing serta pesawat ulang alik NASA masing-masing butuh waktu sembilan dan sebelas tahun untuk mencapai perolehan serupa.

Tidak hanya cepat, rasio keberjasilannya yang mencapai 96% pun juga patut diacungi jempol, dengan rincian 48 dari 50 peluncuran sukses dijalankan.

Sejatinya, penerbangan tersebut dijadwalkan akan dilakukan pada 25 Februari, namun SpaceX masih membutuhkan waktu lebih banyak dalam memastikan keamanan dari fairing yang melindungi muatan. (afr/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed