BERITA TERBARU
Rabu, 14 Feb 2018 11:34 WIB

Mau Korbankan Stasiun Luar Angkasa, Trump Tuai Kritik

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
International Space Station. Foto: Getty Images International Space Station. Foto: Getty Images
Jakarta - Rencana pemerintah Amerika Serikat di bawah komando presiden Donald Trump untuk berhenti mendanai stasiun luar angkasa milik NASA menuai beragam komentar negatif.

Rancangan anggaran yang akan dikeluarkan oleh Gedung Putih terhadap NASA di tahun fiskal 2019 memunculkan wacana menarik, yaitu keputusan mereka untuk menghentikan aliran dana kepada operasional stasiun luar angkasa International Space Station (ISS).



Rencana ini pun sontak menuai nada miring dari berbagai pihak, terlebih Amerika Serikat sudah menghabiskan dana hampir USD 100 miliar untuk membangun serta mengoperasikan ISS.

Senator Ted Cruz mengatakan bahwa keputusan tersebut bisa jadi merupakan sebuah blunder, mengingat sudah miliaran dana yang sudah diinvestasikan terhadap ISS, yang notabene masih memiliki manfaat yang besar.

Selain itu, Andrew Rush, CEO Made In Space, perusahaan yang menggunakan teknik pencetakan tiga dimensi untuk memproduksi barang-barang di stasiun luar angkasa, mengatakan bahwa ISS dibuat atas kepentingan ilmu pengetahuan dan eksplorasi manusia, bukan untuk mencari keuntungan.

Sementara Frank Slazer, Vice President of Space System Aerospace Industries Association, mengatakan akan sangat sulit mengubah ISS menjadi sebuah entitas yang sifatnya komersial.

"Perjanjian internasional terkait ISS, yang notabene Amerika Serikat sendiri masih terlibat campur tangan di dalamnya, akan menyulitkan proses tersebut. Kerja sama antara AS dengan negara-negara lain akan sangat dibutuhkan," kata Slazer.

Meski demikian, pihak Gedung Putih mengaku akan meminta analisis pasar dan rencana bisnis dari sektor komersial sebagai salah satu tahapan untuk mempersiapkan proses transisi, sebagaimana detikINET lansir dari The Washington Post, Rabu (14/2/2018).

Tidak disebutkan siapa saja perusahaan yang diperkirakan dituju, maupun menawarkan diri untuk mengakuisisi operasional dari ISS ke depannya. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed