Rabu, 14 Feb 2018 08:57 WIB

Demi ke Bulan, Donald Trump Korbankan Stasiun Luar Angkasa

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
International Space Station. Foto: Getty Images International Space Station. Foto: Getty Images
Jakarta - Rancangan anggaran yang dikeluarkan oleh Gedung Putih mengindikasikan bahwa Amerika Serikat di bawah komando presiden Donald Trump tak akan lagi membiayai operasional ISS mulai 2025.

ISS adalah stasiun luar angkasa yang mengorbit di Bumi di mana NASA menjadi salah satu partisipan dan penyandang dana utama. Secara reguler, astronot dari berbagai negara tinggal dan melakukan penelitian di sana.

Pemerintahan Amerika Serikat yang dipimpin Trump berencana untuk mengubah operasional International Space Station (ISS) yang selama ini berada di bawah naungan badan antariksa nasional mereka agar dijalankan oleh pihak swasta ke depannya

Hal tersebut tertuang dalam rancangan anggaran yang diminta oleh Presiden Trump, terkait dengan detail terhadap bagaimana pemerintah AS akan mendanai NASA pada tahun fiskal 2019.

Dalam permintaan tersebut juga disebutkan bahwa NASA diharapkan agar dapat lebih fokus pada pengiriman astronot ke Bulan, dibanding menjalankan urusan di sekitar orbit rendah Bumi. Diharapkan pada tahun 2020, ambisi AS kembali mendarat ke Bulan melalui NASA dapat terlaksana.

Sedangkan aliran dana untuk ISS akan disetop setelah 2024 oleh pihak Gedung Putih, seraya merancang rencana transisi untuk perpindahan tangan stasiun luar angkasa tersebut ke pihak swasta.

"Keputusan untuk mengakhiri dukungan langsung untuk ISS pada 2025 tidak berarti platform tersebut akan berhenti mengorbit pada saat itu juga. Sangat mungkin bahwa pelaku industri antariksa akan melanjutkan operasional dari ISS untuk kelangsungan misi ke depannya," sebagaimana tertulis dalam dokumen internal NASA.

"NASA akan memperluas kerja sama di tingkat mancanegara serta kolaborasi yang bersifat komersial dalam jangka waktu tujuh tahun ke depan sebagai usaha untuk memastikan kelanjutan dari akses manusia ke orbit rendah Bumi," lanjutnya.

Dalam rancangan anggaran yang disarankan tersebut, pemerintah AS meminta dana sebesar USD 150 juta (Rp 2 triliun) yang akan dikeluarkan pada tahun fiskal 2019, seperti detikINET kutip dari The Washington Post, Rabu (14/2/2018).

Angka tersebut akan bertambah dalam tahun-tahun berikutnya untuk melancarkan proses pematangan ISS, agar dapat diserahkan pada perusahaan swasta sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk menjalankan ISS selanjutnya. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed