Adalah NTT Docomo, operator nomor satu di Jepang yang memamerkan temuannya tersebut. Ketakutan publik atas dampak kebocoran senyawa radioaktif dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima menjadi latar belakang mereka mengembangkan teknologi tersebut.
Seperti diketahui, gempa dan tsunami yang menghantam Jepang Maret silam telah turut merusak PLTN Fukushima. Dengan berbagai cara, pemerintah Jepang mengupayakan segala cara untuk setidaknya mengurangi tingkat radiasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir Telegraph dan dikutip detikINET, Rabu (5/10/2011), casing ini bekerja serempak dengan sebuah aplikasi yang memungkinkan pengguna menggabungkan hasil pembacaan radiasi dengan data GPS untuk menandai area yang memiliki kandungan radiasi tinggi.
Asisten Manager divisi pengembangan perangkat komunikasi NTT Docomo Kouki Hayashi mengatakan, para ilmuwan di perusahaannya masih mencari cara agar perangkat itu bisa digunakan dengan mudah dan efektif.
"Masih dalam tahap pengembangan. Namun satu contoh penemuan ini nantinya bisa dengan mudah digunakan, misalnya oleh seorang ibu untuk mengukur radiasi di taman tempat anaknya bermain atau di jalan yang dilalui putra putri mereka saat pergi ke sekolah," jelasnya.
(rns/ash)