Tentu saja, tato yang dibuat tim ilmuwan dari University of Illinois ini tidak berwujud seperti tato pada umumnya. Tato ini lebih seperti chip yang menempel pada kulit si pasien.
Dilansir New Scientist dan dikutip detikINET, Jumat (12/8/2011), tato ini, setelah ditempelkan pada kulit pasien, akan memonitor kesehatannya sehingga dokter bisa mengikuti perkembangan dan perubahan yang terjadi pada si pasien.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dunia kesehatan memang sudah mengenal penggunaan sejenis elektroda yang ditempelkan ke mesin untuk memonitor detak jantung atau aktivitas otak. Disebutkan Roger, sistem yang diciptakannya bersama timnya berbeda dari sistem elektroda tersebut.
"Metode ini memang sangat bermanfaat bagi pengaturan klinis, namun di dunia nyata alat seperti ini menahan gerakan pasien dan kerap menyebabkan iritasi kulit," terangnya.
Roger pun mendapat ide untuk mengembangkan tato pemonitor kesehatan yang disebutnya epidermal electronics. Alat ini terbuat dari silikon dan gallium arsenide yang biasa digunakan untuk membangun transistor, dioda dan resistor. Kombinasi bahan ini digabungkan dalam kabel yang ukurannya super kecil, dengan ketebalan hanya beberapa nanometer saja.
Di dalam bahan elastis ini, selanjutnya ditanamkan circuit yang mendeteksi kondisi kesehatan dan mengirimkan informasi tersebut ke dokter atau rumah sakit. Alat ini sudah bisa digunakan memonitor jantung dan beragam otot dan aktivitas otak.
(rns/ash)