Dengan lebar 150 nanometer, baterai ini seratus kali lebih tipis dari rambut manusia dan 60 ribu kali lebih kecil dibandingkan baterai jenis AAA. Para pengembangnya mengklaim, ini adalah baterai terkecil di dunia.
Sebenarnya, baterai tersebut merupakan persilangan antara baterai dengan superkapasitor. Superkapasitor sendiri dapat menghantarkan lebih banyak energi ketimbang baterai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baterai nano ini kemungkinan besar akan lebih sering digunakan untuk keperluan medis, seperti memberikan daya untuk perangkat medis yang dapat diimplan, sensor biologis dan kimia serta jaringan mikroskopik wireless.
Hingga saat ini, baterai tersebut masih berupa prototype dan masih terus dikembangkan. Para penciptanya belum membeberkan kapan akan mengkomersilkannya.
(rns/wsh)