Para periset dari University of Arizona, Amerika Serikat, mengembangkan sistem holografis yang bisa merekam gambar 3 dimensi dalam keadaan bergerak di satu tempat, dan kemudian ditayangkan di lokasi lain dalam waktu hampir bersamaan.
Materi plastik pintar yang bisa update gambar holografis 3D setiap 2 detik adalah kunci teknologi ini. Profesor Nasser Peyghambarian selaku pemimpin penelitian mengatakan, meski masih terlihat lambat, gambar 3D yang diproduksi ukurannya sama dengan yang ada di film Star Wars.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun masih banyak hal harus dilakukan. Masih dibutuhkan peningkatan ukuran gambar, update lebih cepat dan warna lebih baik sebelum bisa dipakai secara komersial. Diprediksi, masih perlu 7 sampai 10 tahun sebelum menerapkannya di bidang seperti periklanan, teleconference atau desain teknik.
Dalam demo yang dimuat di jurnal Nature, dipakai sebuah model pesawat terbang. Dalam sistem teknologi yang masih prototipe, 16 kamera dipakai untuk membidik subyek dalam sudut berbeda-beda.
Informasi itu dimasukkan ke komputer dan dikirim via internet ke lokasi berbeda. Kemudian, laser memproduksi gambar 3D pesawat tersebut di sebuah layar bernama photorefractive polymer screen. Jadilah pesawat yang ada di tempat lain tiba-tiba hadir dalam bentuk hologram. (fyk/rns)