Program penghitungan populasi robot tersebut digagas oleh seorang mahasiswi bernama Heather Knight di CMU Robotics Institute, AS. Dikutip detikINET dari Cnet, Kamis (14/10/2010), Knight yang sangat menyukai robot ini percaya bahwa mereka (robot-red) harus dihitung ke dalam sensus yang resmi.
"Kami ada di sini untuk membantu para profesor, begitu juga kami ada di sini untuk para robot," tukas Knight.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan ada pertanyaan yang menanyakan jenis kelamin robot yang tentunya tidak selalu mudah untuk diketahui. Namun Knight mengungkapkan hingga kini ada dua robot NavLab yang dinyatakan sebagai robot laki-laki.
Sebagian dari survei menemukan kebanyakan dari robot tersebut berasal dari Angkatan Bersenjata Robot, robot rumah jompo, robot penjara atau pusat penahanan lainnya.
"Saya ingin menggunakan data tersebut untuk memahami hubungan manusia dengan teknologi, membuka jalan untuk aplikasi baru dan mengetahui lingkup robotika yang menyertakan mesin sosial yang ramah dalam kesehariannya," kata Knight. "Ini kampanye untuk revolusi robot ramah," tutupnya.
(feb/wsh)