Kemampuan itu disematkan pada robot canggih bernama Autonomous City Explorer (ACE) ini. ACE dibuat para ilmuwan di Jerman, tepatnya para akademisi di Technical University of Munich.
Para ilmuwan membiarkan si robot berjalan dari universitas menuju sebuah tempat di tengah kota Munich dengan jarak sekitar 1,5 km. Untuk diketahui, ACE tidak dibekali perangkat penunjuk arah seperti sistem GPS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip detikINET dari Times of India, Jumat (15/5/2009), ACE mengandalkan speaker untuk menanyai para pejalan kaki. Kemudian, jika orang tersebut mau menolong, ia bakal diminta menyentuh layar sentuhnya untuk menujukkan arah.
Sesudahnya, si robot tak lupa mengucap terima kasih pada manusia yang mau membantunya sebelum nyelonong pergi ke tempat tujuannya. Setelah berinteraksi dengan 38 orang dalam periode waktu 5 jam, ia baru bisa mencapai tujuan.
ACE juga sempat nyasar karena ada orang yang salah menunjukkan arah. Namun meski cukup kepayahan,Β keberhasilan ACE sampai ke tujuan disambut gembira para penciptanya. Ia pun sukses menuruti petuah yang lama diajarkan pada kaum manusia, malu bertanya sesat di jalan. (fyk/ash)