Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Review Dyson Spot+Scrub Ai: Robot Vakum Sultan dengan Navigasi Lidar & AI

Review Dyson Spot+Scrub Ai: Robot Vakum Sultan dengan Navigasi Lidar & AI


Anggoro Suryo - detikInet

Dyson Spot+Scrub Ai
Foto: Dok. Dyson
Jakarta -

Dyson kembali meramaikan pasar smart home melalui Dyson Spot+Scrub Ai, sebuah robot vakum sekaligus pel lantai yang menjanjikan segudang teknologi mutakhir. Mengusung daya hisap raksasa 18.000Pa dan sistem pel otomatis dengan air panas.

Namun, dengan banderol harga mencapai Rp 18 jutaan, apakah performanya benar-benar sepadan dengan harganya? Simak ulasan lengkap detikINET berikut ini.

Desain & Navigasi: Rombak Total dari Generasi Sebelumnya

Jika robot Dyson sebelumnya (360 Vis Nav) menggunakan bentuk "D", Spot + Scrub kini tampil dengan desain bulat standar. Perubahan paling masif ada pada sistem navigasinya. Dyson menggunakan sistem Lidar yang dipadukan dengan pengenalan rintangan AI berbasis kamera.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dyson Spot+Scrub AiDyson Spot+Scrub Ai Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati

Hasilnya? Luar biasa. Robot ini bergerak sangat lincah menghindari "rintangan" seperti sepatu, kaus kaki, dan kabel. Namun memang, saat kami uji robot ini sempat menyedot sebuah kantong plastik kecil yang kemudian menyangkut di sistem sikat di bagian bawahnya, dan mengganggu navigasinya saat akan "pulang" ke docking.

ADVERTISEMENT

Sistem navigasinya ini juga sukses membuat robot Dyson ini bisa menyelip di kaki-kaki kursi tanpa banyak menabrak. Namun bukan tanpa cela, robot Dyson ini -- sepertinya -- tak punya sistem LIDAR untuk mengenali rintangan yang sedikit lebih tinggi.

Alhasil, rak yang bagian atasnya lebih tebal ketimbang bagian bawah sering ditabrak oleh robot Dyson ini. Terlebih lagi bodi robot ini terbilang cukup tinggi.

Sentuhan Khas Dyson Tetap Terasa

Dyson Spot+Scrub AiDyson Spot+Scrub Ai Foto: Dok. Dyson

Dyson tetap menghadirkan fitur-fitur eksklusif khas mereka yang sebelumnya sudah ada di vacuum cleanernya. Misalnya:

- Laser Hijau Ikonik: Fitur pendeteksi debu mikroskopis yang diadaptasi dari lini stick vacuum Dyson.
- Tabung Debu Cyclonic: Fitur terbaik di dock station-nya. Alih-alih menggunakan kantong debu sekali pakai, dock ini memiliki tabung transparan bagless berwarna blurple (biru-ungu) khas Dyson yang memudahkan Anda melihat seberapa banyak debu yang terhisap.
- Sistem Hidrasi 12-Titik: Memastikan roller microfiber mencuci dirinya sendiri secara konstan saat mengepel lantai.

Performa Vakum: Jagoan di Lantai Keras

Dengan klaim daya hisap 18.000Pa, Spot + Scrub menyapu bersih lantai keras dengan sangat mudah. Ujian remahan keripik dan bubuk kopi berhasil dilibas dalam satu kali jalan. Kotoran debu dari roda kursi kerja yang menempel di lantai, pun, bisa dibersihkan dengan mudah.

Namun, performanya anjlok saat diuji di atas karpet tebal. Sikat tengah kombinasi karet/bulu standar yang digunakannya ternyata tidak bekerja maksimal di permukaan tebal dan sangat mudah terlilit rambut hanya dalam beberapa kali pemakaian.

Robot ini juga cukup kesulitan dan mengeluarkan suara yang bising saat mencoba menaiki karpet tebal tersebut. Keset kamar mandi yang terbuat dari kain tipis seperti handuk juga beberapa kali terlilit saat dilewatinya.

Namun tenang, di aplikasi MyDyson, kita bisa menentukan area mana saja yang harus dihindari si robot. Lewat aplikasi ini kita juga bisa melihat denah rumah, membagi ruangan untuk menentukan ruangan mana saja yang mau dibersihkan, dan berbagai pengaturan lainnya.

Sebagai robot pel, perangkat ini bekerja sangat baik. Roller mop microfiber berwarna biru bisa bergeser dan memanjang hingga 4 cm ke luar bodi robot untuk menjangkau sudut-sudut dan tepi lantai. Dock station juga mencuci dan mengeringkan pel dengan andal.

Namun proses pembersihan ini menyimpan sebuah masalah. Meski bagian pel tetap bersih, area sikat bagian bawah robot menjadi cepat lengket dan kotor. Base station dan area sekitarnya juga sering dipenuhi kotoran yang berjatuhan dari robot saat proses pembersihan di docking.

Oh ya, proses pembersihan ini juga terbilang berisik. Paling berisik saat debu dipindahkan dari robot ke tabung debu, untungnya proses pembersihan ini cuma sebentar. Namun proses pembersihan roller mop juga cukup berisik, terutama proses menyedot air dari tabung air bersih dan memindahkan air kotor ke tabung air kotor.

Kesimpulan detikINET

Keputusan Dyson untuk merangkul teknologi Lidar membuahkan hasil berupa sistem navigasi dan penghindaran rintangan terbaik yang pernah ada di lini robot mereka. Dock station transparan juga menjadi inovasi yang sangat memanjakan pengguna.

Kelebihan:

  • Navigasi Lidar dan AI sangat pintar menghindari rintangan.
  • Dock tanpa kantong debu yang hemat biaya perawatan.
  • Performa mengepel lantai keras sangat memuaskan, lengkap dengan jangkauan tepi yang baik.

Kekurangan:

  • Harga mahal.
  • Sikat mudah terlilit rambut dan kurang bertenaga di karpet tebal.
  • Fitur deteksi noda AI belum bekerja maksimal.
  • Bodi robot dan area dock cepat kotor.




(asj/asj)






Hide Ads