Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Review Nothing Ear (3): Desain Transparan, Suara Makin Nendang

Review Nothing Ear (3): Desain Transparan, Suara Makin Nendang


Alvin Zahran Majid - detikInet

Nothing Ear (3)
Review Nothing Ear (3): Desain Transparan, Suara Makin Nendang. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

Nothing punya cara tersendiri untuk tampil beda. Sejak generasi pertama, seri Ear langsung mencuri perhatian berkat desain transparan yang seperti memamerkan "jeroan" earbuds itu sendiri. Pendekatan ini bukan sekadar gimmick - ini jadi identitas yang konsisten dijaga hingga Nothing Ear (3).

Pertanyaannya: apakah generasi ketiga ini sekadar mempertahankan tampang, atau benar-benar naik kelas dari sisi performa?

Saya sudah memakainya lebih dari sebulan - untuk musik, menonton video, hingga panggilan telepon - menggunakan Vivo X300 Pro (LDAC) dan iPhone 17 Pro dengan Apple Music. Ini kesan saya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Desain

Salah satu daya tarik utama Nothing Ear (3) tentu saja desainnya. Earbuds ini tetap mempertahankan konsep transparan yang menjadi ciri khas Nothing, sehingga beberapa komponen internalnya terlihat dari luar.

Nothing Ear (3)Nothing Ear (3) Foto: Alvin Zahran Majid

Desain tersebut membuatnya langsung terlihat berbeda dibandingkan kebanyakan TWS lain yang biasanya menggunakan desain yang lebih konvensional.

Namun, casing terasa agak besar dan berat, walaupun plastik transparan yang digunakan terasa cukup solid dan tidak terasa murahan.

Earbud-nya sendiri menggunakan desain stem yang relatif ramping. Nothing juga memberikan indikator warna pada bagian stem untuk membedakan sisi kiri dan kanan, sehingga memudahkan saat memasukkan kembali earbuds ke dalam casing.

Nothing Ear (3)Nothing Ear (3) Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Untuk kenyamanan, Nothing Ear (3) cukup bersahabat untuk pemakaian panjang. Ukurannya proporsional, cukup stabil di telinga saat berjalan atau beraktivitas ringan - walau faktor kenyamanan memang selalu subjektif, tergantung bentuk telinga masing-masing.

ANC dan Mikrofon

Nothing Ear (3) dilengkapi dengan Active Noise Cancellation (ANC) yang sangat efektif dalam penggunaan sehari-hari. Bahkan sebelum ANC diaktifkan, eartip silikon sudah memberikan isolasi pasif yang lumayan untuk meredam suara sekitar.

Ketika ANC diaktifkan, earbuds ini mampu meredam suara frekuensi rendah seperti percakapan atau suara kendaraan dengan cukup efektif.

Nothing Ear (3)Nothing Ear (3) Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Saat saya mencobanya di lingkungan seperti kafe, ANC mampu membuat suara sekitar terdengar lebih lembut sehingga musik tetap dapat dinikmati tanpa gangguan besar dari lingkungan sekitar.

Mode transparency juga tersedia dan bekerja cukup baik - meski jika dibandingkan TWS premium kelas atas, hasilnya masih terasa sedikit kurang natural.

Untuk kualitas mikrofon, performanya tergolong sangat baik. Suara saya terdengar cukup jelas saat melakukan panggilan, dan earbuds ini juga mampu mengurangi kebisingan latar tanpa membuat suara terdengar terlalu diproses.

Nothing Ear (3)Nothing Ear (3) Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Keunikan dari Nothing Ear (3) adalah Super Mic, yaitu mikrofon berbasis beamforming yang tertanam di case TWS ini. Dengan menekan tombol "TALK" pada case, ia dapat meredam kebisingan di area sekitar sampai 95 dB. Performanya juga sangat efektif, terutama di area tempat umum, mall, atau suasana sibuk lainnya.



Kualitas Suara

Nothing Ear (3) Nothing Ear (3) Foto: Alvin Zahran Majid
Di sinilah Nothing Ear (3) benar-benar menunjukkan kelasnya. Karakter suaranya relatif seimbang: bass terasa bertenaga dan punya punch yang menyenangkan, tapi tetap terkontrol - tidak muddy. Meski saya pribadi merasa tuning-nya agak condong ke bass.

Frekuensi mid juga terdengar cukup jelas, sehingga vokal dan instrumen utama tetap mudah terdengar dalam berbagai genre musik.

Untuk frekuensi tinggi, Nothing Ear (3) menawarkan tingkat detail yang cukup baik tanpa terasa terlalu tajam, menusuk, atau melelahkan saat didengarkan dalam waktu lama.

Soundstage yang dihasilkan juga terasa cukup luas untuk ukuran earbuds nirkabel, memberikan kesan ruang yang lebih terbuka ketika mendengarkan musik dengan aransemen yang kompleks.

Saya rasa kualitas suaranya sangat baik dan dapat dinikmati oleh banyak orang (versatile).

Bagi yang ingin fine-tuning lebih lanjut, aplikasi Nothing X menyediakan equalizer untuk menyesuaikan karakter suara sesuai preferensi.

Nothing Ear (3)Nothing Ear (3) bisa diakses lewat aplikasi Nothing X. Foto: Alvin Zahran Majid

Aplikasi dan Fitur

Semua pengaturan Nothing Ear (3) diakses lewat aplikasi Nothing X. Tampilannya bersih dan tidak membingungkan - pengguna bisa mengatur mode ANC, transparency, hingga profil equalizer dari satu tempat.

Fitur multipoint connection memungkinkan earbuds terhubung ke dua perangkat sekaligus, yang sangat praktis bagi pengguna yang sering berganti antara ponsel dan laptop.

Kontrol gesture via stem bekerja responsif setelah beberapa hari adaptasi. Satu catatan: kontrol volume tidak bisa dilakukan dengan swipe atas/bawah - harus menggunakan double long-press di earbud kiri atau kanan, yang butuh sedikit pembiasaan.

Nothing Ear (3)Nothing Ear (3) Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Baterai

Daya tahan baterai Nothing Ear (3) tidak mengecewakan. Dalam pemakaian nyata, earbuds bertahan sekitar 5,5-6 jam dengan ANC aktif, atau 8-8,5 jam tanpa ANC. Dengan charging case, total waktu pakai bisa mencapai 20 jam (ANC on) atau 35 jam (ANC off).

Dukungan fast charging membantu saat baterai menipis mendadak, dan wireless charging menambah fleksibilitas untuk pengisian daya sehari-hari.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Nothing Ear (3) merupakan TWS yang menawarkan kombinasi desain unik, kualitas suara yang solid, serta fitur yang cukup lengkap.

Nothing Ear (3)Nothing Ear (3) Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Nothing berhasil mempertahankan identitas desain transparannya sambil menghadirkan peningkatan pada kualitas suara dan pengalaman penggunaan secara keseluruhan.

Bagi pengguna yang mencari earbuds dengan karakter desain yang berbeda dari kebanyakan produk di pasaran, namun tetap menawarkan performa yang kompetitif, Nothing Ear (3) merupakan salah satu pilihan yang menarik di kelasnya.

*Penulis: Alvin Zahran Majid seorang Tech Enthusiast. Ia lulusan Teknik Komputer Universitas Indonesia. detikers bisa mengikuti kiprahnya di X/@sondesix atau Instagram/@alvinzahran




(afr/afr)






Hide Ads