Sharp Aquos Sense10 resmi hadir di Indonesia sebagai jawaban bagi pengguna yang merindukan smartphone kompak di tengah dominasi ponsel berlayar jumbo.
Dengan banderol Rp 6 jutaan untuk varian 8 GB RAM dan 256 GB storage, ponsel ini menawarkan kombinasi langka berupa bodi ringkas, ketahanan militer, dan performa yang mumpuni.
Namun apakah HP kecil ini benar-benar powerful sesuai klaimnya? Berikut review singkat Sharp Aquos Sense10.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Desain
Saat pertama kali digenggam, sensasi yang muncul dari Sharp Aquos sense10 adalah kenyamanan. Dengan bobot hanya 166 gram dan dimensi 149 x 73 x 8,9 mm, ponsel ini menjadi salah satu dari sedikit perangkat di kelasnya yang benar-benar bisa digunakan dengan satu tangan tanpa rasa pegal.
Sharp membawa sentuhan khas Jepang melalui desain minimalis dengan bodi aluminium matte yang tidak licin dan anti sidik jari, memberikan kesan premium meski dibanderol di harga menengah. Pilihan warnanya pun unik, Khaki Green, Pale Pink, Pale Mint, Full Black, Light Silver dan Denim Navy yang direview detikINET.
Sharp Aquos Sense10 warna Denim Navy. Foto: Adi FR/detikINET |
Namun daya tarik utamanya adalah ketahanan luar biasa. Ponsel ini memiliki sertifikasi IP68 yang berarti tahan air hingga kedalaman 1,5 meter dan tahan debu sepenuhnya, serta telah lolos uji standar militer MIL-STD-810H yang mencakup tes jatuh, guncangan, suhu ekstrem, dan kelembapan. Sharp bahkan mengklaim perangkat ini tahan jatuh dari ketinggian 1,2 meter, menjadikannya nilai jual besar bagi pengguna aktif yang sering berkegiatan di luar ruangan.
Fingerprint sensor yang terintegrasi dengan tombol power di samping responsifnya cepat dan akurat, ditambah fitur face unlock yang bisa digunakan. Jika kamu bosan dengan ponsel lebar dan berat, Aquos Sense10 adalah angin segar yang membuktikan bahwa ponsel ringkas bisa tetap premium dan tangguh.
Layar
Sharp terkenal dengan teknologi layarnya, dan Aquos Sense10 membuktikan reputasi tersebut melalui panel 6,1 inci Pro IGZO LTPO OLED dengan resolusi Full HD Plus yang menawarkan pengalaman visual luar biasa. Teknologi IGZO yang dikembangkan Sharp sendiri terkenal hemat daya sambil tetap mempertahankan ketajaman gambar, dan kehadiran LTPO memungkinkan refresh rate menyesuaikan secara otomatis dari 1 hingga 240 Hz.
Untuk konten statis seperti membaca ebook, layar bisa turun hingga 1 Hz untuk menghemat baterai, sementara saat scrolling media sosial atau bermain game, ia bisa naik hingga 240 Hz untuk animasi super mulus tanpa tearing. Kecerahan layar mencapai puncak 2000 nits, membuatnya tetap terlihat jelas di bawah sinar Matahari langsung dan menjadikannya salah satu layar terbaik di kelas harganya.
Sharp Aquos Sense10 Foto: Adi FR/detikINET |
Warna yang dihasilkan mendukung 1 miliar warna dengan kalibrasi natural. Tak heran mata begitu dimanjakan dengan kualitas visualnya terutama menonton video format HDR di Netflix.
Makin terasa menyenangkan kualitas speaker juga memuaskan. Ini karena Sense10 adalah model pertama di seri sense yang menggunakan dual box speakers (stereo) di posisi atas dan bawah perangkat.
Sharp mengklaim peningkatan sekitar 25% perceived sound pressure dan 85% stronger bass sound pressure dibandingkan model sebelumnya (seperti sense9). Hasilnya terbukti, suara lebih kencang, bass lebih terasa, dan pengalaman menonton video atau mendengarkan musik tanpa earphone jadi lebih immersive.
Performa
|
Sharp Aquos sense10 Foto: Adi FR/detikINET
|
Chipset 4 nanometer ini memang tidak ditujukan untuk gaming berat seperti seri 8 Gen, namun game casual sudah aman. Kami memainkan Delta Force dengan settingan medium hingga high, berjalan mulus di 60 fps stabil tanpa stuttering berarti, meski suhu naik sedikit setelah sesi panjang.
Dalam pengujian AnTuTu, skor yang diraih sekitar 950.565 poin, cukup untuk multitasking membuka banyak aplikasi, berpindah-pindah antara sosial media dan aplikasi produktivitas, serta editing video ringan.
Pada uji Geekbench, HP ini mendapatkan 1152 untuk uji singlecore. Sementara pengujian multicore3284.
Android 16 yang digunakan hampir murni seperti stock Android dengan sedikit tambahan dari Sharp, sehingga pengalaman pengguna terasa ringan dan responsif tanpa bloatware yang mengganggu.
Sharp menjanjikan tiga kali upgrade sistem operasi utama plus patch keamanan jangka panjang, menambah nilai plus bagi mereka yang ingin menggunakan ponsel ini dalam waktu lama.
Sharp Aquos Sense10 Foto: Adi FR/detikINET |
Baterai
Inilah salah satu kejutan terbesar dari ponsel kecil ini. Dengan bodi yang ringkas, Sharp berhasil menyematkan baterai berkapasitas 5000 mAh yang biasanya hanya ditemukan pada ponsel-ponsel berukuran besar.
Dalam pengujian penggunaan normal yang meliputi sosial media, satu jam gaming, streaming YouTube, dan selalu terhubung ke internet, ponsel ini mampu bertahan dari pagi hingga malam dengan sisa baterai 30 hingga 40%.
Untuk pengisian daya, fast charging 36W yang disertakan mampu mengisi dari 0 hingga 50 persen hanya dalam waktu sekitar 25 menit, dan mencapai full charge dalam kurang dari 70 menit. Fitur Intelligent Charge juga hadir untuk mempelajari kebiasaan charging Anda demi menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang.
Meski tidak ada wireless charging, kehadiran USB-C 3.2 dengan dukungan DisplayPort memungkinkan kamu menghubungkan ponsel ke monitor eksternal untuk presentasi atau menonton film di layar lebih besar, sebuah fitur yang jarang ditemukan di kelas harga ini.
Kamera
|
Kamera Sharp Aquos Sense10 Foto: Adi FR/detikINET
|
Pada kondisi siang hari, foto utama tampil tajam dengan dynamic range lebar dan warna yang sangat natural, mendekati apa yang dilihat mata tanpa efek oversaturated. Saat malam tiba, sensor besar 1 per 1,55 inci yang dilengkapi Optical Image Stabilization mampu menyerap cahaya cukup baik, dan mode malam bekerja efektif mereduksi noise tanpa membuat foto terlihat terlalu diproses.
Lensa ultrawide 122 derajat sangat berguna untuk foto landscape atau grup, dengan detail yang terjaga meski warnanya sedikit berbeda dari lensa utama. Kamera depan 32 megapiksel menghasilkan foto selfie dengan skin tone akurat dan efek bokeh yang rapi.
Fitur AI cerdas yang disematkan juga sangat praktis digunakan sehari-hari, seperti Shadow Removal untuk menghilangkan bayangan pada dokumen, Showcase Mode untuk mengurangi refleksi kaca saat memotret objek di balik kaca, dan Noise Reduction untuk meredam bising di sekitar saat panggilan video.
Untuk perekaman video, ponsel ini mampu merekam hingga resolusi 4K 30 fps dengan stabilisasi gyro-EIS yang cukup stabil untuk merekam aktivitas harian atau vlog santai.
Berikut hasil kamera Sharp Aquos Sense10:
Kamera ultrawide Foto: Adi FR/detikINET |
Kamera 1x Foto: Adi FR/detikINET |
Zoom 2x Foto: Adi FR/detikINET |
Kondisi low light Foto: Adi FR/detikINET |
Kondisi malam Foto: Adi FR/detikINET |
Sharp Aquos Sense10 Foto: Adi FR/detikINET |
Opini detikiNET
Sharp Aqos sense10 bukanlah ponsel flagship dengan spesifikasi paling gila di pasaran, namun ia adalah jawaban tepat bagi mereka yang mendambakan smartphone powerful dalam genggaman yang nyaman. Dengan harga Rp6,6 jutaan, kamu tidak hanya membeli spesifikasi, tapi juga sebuah filosofi desain yang mengutamakan kenyamanan dan ketahanan tanpa mengorbankan fitur modern.
Kekurangannya seperti tidak adanya kamera telephoto dan desain bezel yang masih terlihat. Tapi bisa dimaklumi mengingat fokus utama ponsel ini pada ketahanan dan kenyamanan genggaman.
Sharp Aquos Sense10 Foto: Adi FR/detikINET |
Ponsel ini sangat cocok untuk profesional aktif yang butuh ponsel ringan untuk dibawa ke mana-mana, tahan banting, dan baterainya awet, juga untuk pengguna muda yang suka foto estetik dengan hasil natural dan ingin layar berkualitas tinggi untuk hiburan, atau siapa pun yang bosan dengan ponsel besar dan berat serta mencari alternatif kompak yang masih berisi.
Jika prioritas kamu adalah kenyamanan genggaman, durabilitas, dan baterai tahan lama, maka Sharp Aquos Sense10 adalah salah satu pilihan terbaik di awal tahun 2026 yang membuktikan bahwa HP kecil bisa tetap powerful.
(afr/afr)











