Review Garmin Instinct Solar, Teman Sejati untuk Bertualang

Review Garmin Instinct Solar, Teman Sejati untuk Bertualang

Lucas Aditya - detikInet
Sabtu, 24 Okt 2020 07:36 WIB
Garmin Instinct Solar
Garmin Instinct Solar. Foto: Lucas Aditya/detikINET
Jakarta -

Gaya hidup sehat cukup penting di tengah pandemi COVID-19 saat ini. Melakukan aktivitas fisik secara rutin di luar ruangan dapat membantu menjaga daya tahan tubuh.

Agar segala aktivitas fisik termonitor dengan baik dapat menggunakan smartwatch. Hanya saja kekhawatiran baterai lekas habis kerap menghantui yang akhirnya bikin aktivitas outdoor jadi kurang nyaman.

Masalah inilah yang coba di atasi Garmin Instinct Solar. Jam pintar ini dibekali fitur yang cukup lengkap, mulai dari monitor kesehatan, GPS, kompas, pengukur ketinggian disematkan hingga pengisian daya menggunakan solar panel.

Tapi apakah Garmin Instinct Solar bisa jadi teman yang seru saat beraktivitas, berikut ini review detikINET setelah beberapa pekan menggunakannya.

Dirancang untuk Berbagai Aktivitas

Dengan bahan yang dirancang dengan ketahanan panas dan air yang bagus, jam ini cocok untuk segala aktivitas. Garmin Instinct Solar sudah mengantongi sertifikasi ketahanan standar militer AS 810G.

Karenanya beraktivitas di tengah panas yang terik dan hujan tak masalah, bahkan juga tahan guncangan. Salah satu bukti ketahanannya, saat detikINET terjatuh ketika bersepeda, jam ini sama sekali tak mengalami kendala kendati terbentur cukup keras. Istimewanya lagi, Garmin Instinct Solar bisa diajak menyelam sedalam 100 meter.

Akurasi dari pencatatan aktivitas yang dilakukan juga cukup tepat. Mulai dari kecepatan, kalori yang terbakar, jarak, hingga detak jantung. Jangan lupa, jam ini juga bisa mengukur ketinggian.

Garmin Instinct SolarGarmin Instinct Solar sudah berstandar militer AS 810G. Foto: Lucas Aditya/detikINET


Untuk melakukan aktivitas yang membutuhkan dukungan GPS, pastikan layanan itu sudah aktif beberapa saat setelah memilih aktivitas yang akan dilakukan. Kalau tidak, pencatatan jarak dan kecepatan tidak akan berjalan.

Sebagai contoh, kecepatan dan jarak saat bersepeda akan tetap di angka 0 andai GPS belum terkonfirmasi aktif.

Dukungan GPS, GLONASS, dan satelit GALILEO membuat akurasi dari tracking jam ini akurat. Jadi, jangan khawatir tersesat saat tracking karena ada fitur kembali ke titik start. Acclimation Widget juga bisa mengumpulkan data elevasi.

Aplikasi Garmin Connect juga memungkinkan untuk memonitor aktivitas lewat gawai yang dipakai. Semua informasi mengenai langkah kaki, detak jantung, tingkat stress bisa dilihat di aplikasi itu.

Monitor Kesehatan Sepanjang Hari

Salah satu keunggulan Garmin Instinct Solar adalah monitor kesehatan sepanjang hari. Monitor detak jantung bisa ditampilkan setiap detik.

Fitur tambahan juga disematkan pada jam pintar ini merespons kebutuhan informasi saturasi oksigen. Fitur itu ditambahkan, monitornya juga bisa realtime.

Garmin Instinct SolarGarmin Instinct Solar punya monitor detak jantung yang ditampilkan setiap detik. Foto: Lucas Aditya/detikINET

Pengingat hidrasi untuk menjaga tubuh tak kekurangan cairan bisa ditambahkan. Fitur itu dengan menghubungkan perangkat jam dengan aplikasi di telepon seluler.

Analisis waktu tidur dan tingkat stress tubuh juga bisa dipantau via aplikasi Connect. Dengan semua fitur monitor kesehatan aktif, jangan takut baterai cepat habis dengan dukungan pengisian baterai dengan cahaya matahari.

Baterai yang Tahan Lebih Lama

Masalah smartwatch boros baterai tak akan ditemui di Garmin Instinct Solar. Sebabnya, ya ada teknologi pengisian daya dengan sinar Matahari.

Garmin mengembangkan teknologi solar pada jam ini. Kaca jam dengan spesifikasi power glass dikembangkan menjadi penyerap tenaga surya untuk menjaga agar baterai bisa tahan lama saat beraktivitas di tengah terik matahari.

Garmin Instinct SolarBaterai Garmin Instinct Solar bisa diisi dengan sinar Matahari Foto: Lucas Aditya/detikINET

Jam dengan layar monokrom beresolusi 128x128 itu bisa tahan sampai 54 hari dengan setelan jam yang paling minim (tanpa pengukur detak jantung, GPS, juga tak terkoneksi dengan telepon seluler).

detikINET menjajal melakukan pengisian baterai sampai penuh. Saat digunakan untuk melakukan aktivitas bersepeda dengan dukungan GPS+Glonass, indikator baterai menunjukkan bisa digunakan 30 jam non-stop.

Saat baterai menunjukkan angka 35 persen, Garmin Instinct Solar masih bisa dipakai sebagai smartwatch selama lima hari.

Opini detikINET

Garmin Instinct SolarGarmin Instinct Solar Foto: Lucas Aditya/detikINET

Garmin Instinct Solar bisa menjadi teman sejati bagi orang-orang yang suka bertualang. Fiturnya lengkap untuk mendukung olahraga outdoor.

Ada altimeter, kompas, peta, fasilitas melakukan tracking, bahkan sampai barometer. Tambahan untuk Pulse Oximeter juga kian pas untuk mendukung gaya hidup sehat di tengah pandemi virus Corona saat ini. Tak kalah pentingnya jam pintar ini bisa diisi ulang baterainya pakai solar panel. Paket lengkap dalam satu jam.

Dengan banderol sekitar Rp 5,9 juta, Garmin Instinct Solar sudah bisa menjadi satu alternatif yang bisa dipertimbangkan.



Simak Video "Vivo V19, Jagoan Foto Malam yang Punya Punch Hole Terkecil"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/afr)