Senin, 16 Des 2019 14:56 WIB

Review Produk

Catatan Seminggu Bersama Sony WF-1000XM3

Ahmad Masaul Khoiri - detikInet
Foto: detikINET/Ahmad Masaul Khoiri Foto: detikINET/Ahmad Masaul Khoiri
Jakarta - Tak ada yang menyangsikan kualitas produk earphone wireless dari perusahaan Jepang ini, Sony. Namun, tetap ada catatan seminggu bersama produk terbarunya, WF-1000XM3.

Penulis diberi kesempatan seminggu bersama earphone wireless Sony WF-1000XM3 pada minggu lalu. Kesan pertama saat memegangnya adalah mewah nan elegan.

Penilaian itu benar adanya dan tak akan ada cela bila barang yang dipinjamkan tak masih mulus. Karena, case earphone wireless Sony WF-1000XM3 ini ada begitu banyak goresan dan sedikit mengurangi kesan pertamanya.

Catatan Seminggu Bersama Sony WF-1000XM3Foto: detikINET/Ahmad Masaul Khoiri

Dalam paket peminjaman, penulis hanya mendapat earphone wireless Sony WF-1000XM3 dan case, dan kabel charge tanpa boks kelengkapan. Kami pun hanya dipinjamkan satu ear tip saja, sepertinya ukuran medium.

Pengoperasian
Penulis menggunakan smartphone Samsung Galaxy Note 9 dan Samsung Galaxy A8 2018 dalam menjajal earphone wireless Sony WF-1000XM3. Tak sulit menyandingkan koneksi bluetooth antar keduanya karena earphone ini dilengkapi dengan fitur NFC (near field communication).

Namun, ada catatan terkait koneksi ini. Yakni, suara musik yang saya putar putus-putus, jarak earphone wireless Sony WF-1000XM3 ada di telinga dan smartphone di kantong celana.

Bahkan setelah diotak-atik pada menu 'Developer Mode' di ponsel kualitas suara yang putus-putus ini tetap saja terjadi. Saya menjajal codec andalan Sony, yaitu LDAC, yang secara otomatis turun ke AAC. Oh ya, secara default, setidaknya pada unit yang saya terima, codec yang dipakai adalah SBC.

Padahal, pada menu pengaturan di aplikasi bawaan Sony sudah dipilih untuk kualitas suara tertinggi. Yaitu opsi 'Priority on Sound Quality', di mana seharusnya earphone akan berusaha memilih codec tertinggi yang didukung ponsel, dalam hal ini seharusnya adalah LDAC yang merupakan codec andalan Sony yang juga didukung oleh ponsel yang saya gunakan.

Catatan Seminggu Bersama Sony WF-1000XM3Foto: detikINET/Ahmad Masaul Khoiri

Hal ini terasa aneh, karena Sony menggunakan chip Bluetooth baru. Ini untuk meningkatkan stabilitas dan mengurangi potensi kesalahan sinkronisasi ketika mendengar video.

Earphone wireless Sony WF-1000XM3 cukup bisa diandalkan selama pemakaian. Maksudnya, fitur peredam bising (noise-canceling) amat menyenangkan saat butuh ketenangan.

Saat bekerja dan butuh ketenangan, suara-suara berisik dari sekitar akan diblok begitu baik. Jika ingin mendengarkan suara sekitar cukup tap sekali di bagian bundar earphone.

Sensor sentuh earphone bagian kanan atau kiri Sony WF-1000XM3 bisa diatur sesuai selera. Bagian kanan bisa untuk mengendalikan mode 'Noise Canceling-Ambient Sound Control' atau sebaliknya diatur untuk pengoperasian musik.


Jika Anda tak suka menyentuh untuk berganti mode, aktifkanlah fitur 'Adaptive Sound Control' dalam aplikasi 'Sony | Headphones Connect'. Fitur adaptif ini bisa mendeteksi keberadaan Anda dan otomatis mengganti pengaturan noise canceling persis dengan 'Smart Active Noise Cancellation' (ANC) milik Jabra.
Catatan Seminggu Bersama Sony WF-1000XM3Foto: detikINET/Ahmad Masaul Khoiri

Dalam aplikasi ini, Sony WF-1000XM3 bisa diatur equalizernya hingga pengoperasian lagu yang sedang diputar. Indikator baterai di earphone bagian kanan-kiri dan wadahnya juga bisa diliat dalam aplikasi ini.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4