Selasa, 26 Feb 2019 15:37 WIB

Hands-on

Samsung Galaxy Buds, Layakkah Jadi Penantang Apple AirPods?

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Samsung Galaxy Buds. (Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET) Samsung Galaxy Buds. (Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET)
Jakarta - Samsung tak cuma memperkenalkan lima smartphone anyarnya yaitu Galaxy S10, S10+, S10e, S10 5G, dan Galaxy Fold, dalam ajang "Galaxy Unpacked Event 2019" di San Francisco, California, Amerika Serikat belum lama ini. Mereka juga merilis earbuds: Galaxy Buds.

Perangkat ini merupakan penerus dari Gear IconX yang diperkenalkan beberapa tahun lalu. Setelah cukup lama tidak merilis earbuds, apakah Samsung mampu menjadikan Galaxy Buds sebuah perangkat yang menarik?

detikINET pun berkesempatan untuk mencobanya setelah acara Unpacked tersebut. Aspek yang jadi pertimbangan utama untuk diperhatikan tentu kualitas suaranya.




Saat digunakan, ia meredam suara di lengkungan sekitar sebagaimana earbuds dan in-ear eerphone pada umummya sehingga telinga user hanya fokus pada suara yang dihasilkan Galaxy Buds. Suaranya pun cukup baik untuk didengar.

Terlebih, ada equalizer yang tersedia di dalam aplikasi. Perbedaan sangat terasa ketika user memilih mode bass boost atau treble boost. Walau butuh beberapa detik untuk melakukan penyesuaian berdasarkan pilihan penggunanya, namun hasilnya sangat baik.

Bagi yang tidak ingin terlalu merasa "budek" ketika menggunakan Galaxy Buds, ada ambient sound yang tersedia. Ketika diaktifkan, maka mode tersebut akan membuat user menjadi lebih peka dengan suara di sekitar, namun tetap bisa mendengarkan Galaxy Buds dengan baik.

Samsung Galaxy Buds, Layakkah Jadi Penantang Apple AirPods?Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET

Pada aplikasi, ada pilihan untuk mengatur intensitas sari ambient sound itu. Sama halnya dengan equalizer, butuh beberapa detik bagi earbuds untuk menyesuaikan diri terhadap mode tersebut.

Galaxy Buds sendiri bisa digunakan di berbagai perangkat, tidak eksklusif untuk gadget dari Samsung saja. Cukup download aplikasi di Play Store untuk menghubungkan earbuds tersebut dengan perangkat yang diinginkan. Tidak ada perbedaan berarti di dalam aplikasi Samsung Wearables untuk perangkat Samsung maupun non-Samsung.

Meski begitu, suara yang dihasilkan Galaxy Bids ketika dipasangkan dengan perangkat dari Samsung, dalam hal ini Galaxy S10+, lebih baik ketimbang gadget di luar buatan perusahaan asal Korea Selatan itu, dalam hal ini ROG Phone. Suara yang dihasilkan lebih detail dan keras.

Secara desain, Galaxy Buds sangat menyesuaikan dengan bentuk telinga. Hal ini membuatnya tidak mudah jatuh saat dipakai, serta tetap nyaman walau dikenakan dalam waktu lama.

Charging case yang dimilikinya punya juga punya bentuk yang bagus, mirip kepompong. Ada port USB Type-C di bagian belakang, serta lampu kecil di depan untuk menandakan apakah Galaxy Earbuds sudah terisi penuh atau belum.

Samsung Galaxy Buds, Layakkah Jadi Penantang Apple AirPods?Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET

Jika melihat Galaxy Buds, ada bagian yang memiliki warna lebih mencolok. Itu merupakan touchpad yang digunakan untuk mengoperasikan perangkat lewat earbuds tersebut. Ada banyak fungsi yang ditanamkan pada touchpad itu.

User bisa mengetuk sekali untuk memulai atau menyetop lagu/video. Dua kali ketuk untuk memutar lagu/video berikut dan mengangkat atau menutup panggilan.

Kemudian, tiga kali ketuk bisa berguna untuk memutar lagu/video sebelumnya. Sedangkan menahan jari di touchpad itu berarti memunculkan asisten virtual dan memblok panggilan masuk, dengan terdapatnya opsi untuk diubah sesuai keinginan user.




Satu catatan, penggunanya harus membiasakan diri dengan touchpad ini. Pasalnya, pada awal-awal digunakan, input yang diberikan user dengan aktivitas yang dijalankan kerap berbeda.

Hal tersebut paling sering terjadi ketika melakukan tiga ketukan, dan Galaxy Buds merespons dengan fungsi dua ketukan. Walau demikian, ketika sudah terbiasa, kesalahan itu bisa dihindari.


(mon/krs)