Jumat, 28 Agu 2015 18:01 WIB

Hands On

Obi, Android Hasil Semedi Alumni Apple

Ari Saputra - detikInet
Obi SF1 dan SJ1.5 (ari/detikINET) Obi SF1 dan SJ1.5 (ari/detikINET)
Jakarta - Entah apa komentar Steve Jobs ketika tahu mantan CEO Apple John Sculley kini malah menggagas smartphone Android murah. Sayang, Jobs sudah tiada.

Mengingat naik turun hubungan keduanya, sikap bisnis Sculley saat ini pasti sangat disorot. Terlebih, Sculley adalah sosok yang berani untuk memecat Jobs bertahun-tahun lampau.

Kini, setelah keluar dari 'semedinya', Sculley muncul kembali dengan bendera Obi Mobile. Penasaran seperti apa hasil kreasi Sculley dengan Android?

Berlabel smartphone murah dan berkualitas, duo SF1 dan SJ1.5 dilepas ke pasar langsung dari pusat Android di San Francisco, Amerika Serikat. Keduanya menjanjikan spesifikasi menarik dengan packaging berupa desain yang langsung ditangani oleh Robert Brunner, kepala desainer Apple di tahun 90-an.

Menurut si sempunya hajat, CEO Obi Mobile John Sculley, baik SJ1 maupun SF1.5 diyakini mampu memperbaiki kesenjangan harga dan kualitas yang ada di pasaran saat ini. Schulley ingin menjungkirbalikkan pendapat umum bahwa untuk memperoleh smartphone berkualitas perlu merogoh kocek dalam.

“Itu keyakinan kami. Dengan platform yang sudah ada, Android, kami bisa menekan harga produksi yang jauh lebih murah tanpa mengurangi kualitas produk,” ucap Schulley yang sempat memimpin Apple pada periode 1983-1993.



DetikINET yang berkesempatan meliput peluncuran SF1 dan SJ1.5 (SF singkatan dari San Francisco, SJ singkatan dari San Jose), Rabu (26/8/2015) waktu setempat ikut mencoba hasil kerja duo alumni Apple ini. Bersama puluhan jurnalis dari berbagai negara, hampir semua mempunyai komentar sama: mengesankan!

Berikut review singkat untuk smartphone kakak-beradik Obi SF1 dan SJ1.5:

1. Desain

Tidak boleh ragu atau goyah, kata Schulley. Desain SF1 dan SJ1.5 langsung dibuat oleh desainer yang merumuskan banyak produk ikonik seperti eraphone Beats dan Powerbook. Portofolio sang desainer, Robert Brunner juga sudah menumpuk yakni sejak ia lulus dari jurusan Desain Industri Universitas San Jose, menjadi kepala desainer Apple dan merancang produk legendaris Apple bersama Steve Jobs.

“Prinsip kami, beri kami masalah bisnis kerja Anda bukan hanya masalah desain Anda,” kata Brunner pada kesempatan serupa.

Hasilnya, SF1 menampilkan keindahan estetika dengan unibodi dan aksen metalik. Tampilan layar floating membuat kesan yang membuat kami terkejut, lebih dari sekedar smartphone low budget pada umumnya. Terlihat elegan dan berkelas.



Sementara adiknya -- SJ1.5 -- tampil lebih sporty, lebih tegas dan maskulin. Pilihan warna hitam atau biru pekat diberi polesan merah maroon di sisi samping. Bodi utama berbahan polikarbonat dengan panel sentuh melengkung yang memberi kesan dinamis.



Keduanya memberikan pengalaman yang ergonomis dan genggaman yang lebih personal. Terlebih dengan ukuran layar 5 inch, membuat SF1 dan SJ1.5 tidak terlalu besar untuk digenggam perempuan, sekaligus tidak kekecilan di tangan kaum adam.

2. Jeroan

Prosesor dan kemampuan memori SF1 dan SJ1.5 saling mengisi. Sebab terkait dengan range harga yang ditawarkan tanpa harus kehilangan fungsi utama sebuah smartphone.

SF1 menanamkan prosesor Qualcomm MSM8939 Snapdragon 615 dengan 1.5 GHz Octa Core. Itu disempurnakan dengan Adreno 405 GPU untuk memastikan kualitas grafis yang maksimal. SF1 pun sudah dibekali konektivitas 4G.

Prosesor yang ditanamkan diyakini bakal tampil maut dengan ditunjang RAM 3 GB dan memori internal 32 GB. Jika belum puas, masih bisa ditambah memori eksternal (microSD) hingga 64 GB.

Dengan kemampuan memori dan prosesor tersebut, tidak salah bila SF1 berani beradu untuk kualitas film dan game yang berkualitas. Terlebih, SF1 didukung kemampuan audio Dolby Digital sehingga dengan menambahkan earphone yang sepadan, acara mendengarkan musik, menonton atau bermain game menjadi lebih hidup.

Sementara itu, di harga yang lebih murah, terdapat SJ1.5 dengan kemampuan prosesor dan memori yang sebanding. SJ1.5 dibekali prosesor MediaTekMT6580, 1,3 GHz quad core. Prosesor ini sejalan dengan memori yang ditawarkan yakni RAM 1 GB untuk memori internal 16 GB. Kalaupun masih perlu kapasitas yang lebih jumbo, seperti kakaknya SF1, San Jose 1.5 ini bisa diberi memori tambahan hingga 32 GB (microSD).

3. Layar

Sebagai sebuah karya seni, kalau boleh menyebut demikian, baik SF1 dan SJ1.5 mempunyai keunggulan layar yang patut diperhitungkan di kelasnya. Ukurannya tidak terlampau lebar atau kecil yakni 5 inch. Ia mampu memberikan pesona Full HD 1080 (SF1) dan 1280 (SJ1,5). Pabrikan dari Jepang, Japan Display Inc dipercaya untuk membangun kualitas layar yang apik.



Tak cukup itu, layarnya diberi pelapir anti fingerprint oleophobic bikinan Top Touch dengan lapisan antigores Corning Gorilla Glass 4 untuk SF1 dan Corning Gorilla Glass3 untuk SJ1.5.

Piranti ini memungkinkan layar tampil prima baik pada posisi kondisi gelap maupun terang. Tidak silau saat gelap dan tetap benderang meski di bawah sinar matahari.

4. Kamera.

Kemampuan kamera SF1 patut ditonjolkan. Asal utamanya karena dibekali sensor Sony IMX214 Exmor sehingga masih mampu membaca data pada konsisi low light. Hal itu ditunjang dengan kemampaun 13 MP di layar depan dan 5 MP memastikan aktivitas memotret SF1 masih mumpuni baik untuk traveling maupun selfie. Kemampuan diafragma f/2 memungkinkan efek bokeh untuk foto-foto detail serta membuat foto portrait tampil renyah dan menarik.



Bagaimana dengan SJ1,5? Meski satu tingkat di bawah SF1, kemampuan sensor OV8865 tetap tak kalah. Hanya untuk foto dengan kondisi ekstrim seperti dalam ruangan, masih diperlukan lampu flash tambahan yang disertakan pada SJ1.5.

5. Opini detikINET

Memang, masih perlu waktu lebih lama untuk bisa benar-benar menguak perfoma duo Obi. Namun yang pasti, racikan ponsel duet alumni Apple ini terlihat menjanjikan. Konsepnya sederhana, ponsel murah tak harus murahan.

Dengan kemampuan fungsional yang gesit dan kemasan berkelas, SF1 da SJ1.5 jadinya menjadi pilihan menarik. Terutama mengingat harga yang ditawarkan pada kisaran Rp 2 jutaan, pengguna smarphone yang multifungsi bisa melirik salah satu dari keduanya.

Itu belum termasuk fitur lain seperti slot dua SIM Card – Micro SIM dan nano SIM – sehingga tidak perlu mengganti SIM card lama. Plus platform Android pada umumnya sehingga aktivitas browsing, game maupun fitur lain menjadi lebih praktis dan ringkas.



(Ari/ash)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed