Kamera mungil ini memilih segmen berbeda. Yakni tidak menyasar kamera untuk aksi-aksi atraktif melainkan yang lebih soft, stylish dan merekam kehidupan sehari-hari.
Dengan harga Rp 2jutaan, HTC RE terbilang murah namun tetap berkualitas karena jaminan Full HD yang baik. Belum lagi fasilitas lain seperti anti air, ringan dan desain yang ergonomis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1.Desain
|
|
Bila kesan itu yang timbul, maka HTC RE terbilang sukses dengan desainnya yang unik. Yakni membuat pengguna bisa berfikir kreatif dan imajinatif ketika menggenggam HTC RE. Sehingga kegiatan merekam video tidak perlu pada aktivitas tertentu yang mainstream semata.Β
Melainkan juga rutinitas sehari-hari yang sepele dan terlupakan namun masih seru untuk diabadikan seperti memasak, bekerja, berlibur, pesta ulang tahun, hangout, nongkrong di kafe atau nonton konser music.
Selain itu, desain sederhana HTC RE membuat efek ergonomis yang mumpuni. Ia menjadi mudah dipasang dimana saja seperti kantong baju, sepeda atau dashbor mobil.
Pengguna pun menjadi lebih bebas berkreasi tanpa perlu bingung mencari mounting yang komplit. Tinggal dicantolkan, HTC RE sudah bisa dibiarkan merekam bebas. Kalau kepepet, cukup menggunakan lakban dan ditempelkan!
2. Kamera.
|
|
Sementara untuk kamera video 30 frame per seconds (fps) sangat mendukung untuk hasil Full HD 1920x1080. Angka 30fps melebihi syarat standar Full HD yakni 25 fps.
Dampaknya, video berjalan sangat halus, tidak patah-patah dan tetap akurat untuk adegan-adegan supercepat seperti cipratan air atau ditaruh di dashbor mobil. Membuat adegan slowmotion juga bakal lebih nyentrik.
Kemampuan kamera di atas sangat didukung dengan lensa lebar (wide angle) pada 146 derajat. Daya jangka ini membuat kemampuan melihat subjek foto/video lebih maksimal. Uniknya, meski sudah wide angle, hasilnya tidak terlampu distorsi (sisi kiri dan kanan melengkung).
3.Baterei dan koneksi.
|
|
Koneksi blutetooth yang dipunyai HTC RE membuat kamera mungil ini mampu terhubung dengan ponsel HTC seperti HTC Desire Eye.Β Konseksi ini menjadi sangat penting karena desain HTC RE tidak memungkinkan dibuat layar LCD seperti action cam yang lain.
Nah, dengan koneksi yang cukup baik tanpa delay berarti cukup menutupi kelemahan HTC RE yang belum dibuat layar LCDnya.Β Alhasil, aktifitas memotret/video tidak terganggu. Pengguna tidak lagi menerka-nerka seperti apa hasil foto/video yang bakal dihasilkan nanti.
4. Operasional
|
|
Sekali pencet singkat pada shutter berarti memotret foto, memencet lama pada shutter berarti merekam video.
Oh iya, HTC RE tidak ada tombol ON/OFF layaknya kamera biasa. HTC RE mengandalkan sensor otomatis. Bila dipegang tangan langsung on. Bila didiamkan dalam beberapa detik bakal mati sendiri. Praktis dan efisien tanpa perlu pikir panjang lagi.
5. Editing
|
|
Untuk menghindarinya, HTC RE bisa langsung terkoneksi aplikasi editing dan berbagi multimedia Zoe. Maka video dan foto bisa dieditΒ menjadi clip multimedia yang atraktif dengan segera dengan durasi 33 detik tiap clip.
6.Kesimpulan
|
|
Sebagai produsen yang dikenal inovatif dan ekslusif, HTC RE mampu bermain cantik. Yakni tidak mau latah dengan menelurkan action camera mainstream meski sebenarnya bisa difungsikan seperti itu.
Apalagi mengingat kualitas foto/video yang dihasilkan dan segmentasi yang lebih luas, bukan tidak mungkin mampu menggeser dominasi action cam yang sudah eksis.
(Ari/tyo)