Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Hands On
HTC RE, Action Cam Bergaya Nyentrik
Hands On

HTC RE, Action Cam Bergaya Nyentrik


- detikInet

Jakarta - Persaingan kamera mungil dengan kualitas resolusi Full HD 1080 semakin sengit. Setelah GoPro yang sudah mapan karena segementasinya yang kuat, pemain baru bermunculan seperti Ricoh WG-M1. Yang terbaru yakni dari HTC RE.

Kamera mungil ini memilih segmen berbeda. Yakni tidak menyasar kamera untuk aksi-aksi atraktif melainkan yang lebih soft, stylish dan merekam kehidupan sehari-hari.

Dengan harga Rp 2jutaan, HTC RE terbilang murah namun tetap berkualitas karena jaminan Full HD yang baik. Belum lagi fasilitas lain seperti anti air, ringan dan desain yang ergonomis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akankah HTC mengisi segmen yang masih kosong ini? Ataukah justru mampu menggeser dominasi action cam yang telah mapan? Berikut review HTC RE setelah detikINET mencobanya langsung usai peluncuran perdana di New York.

1.Desain

Kesan pertama melihat HTC RE menimbulkan berbagai imajinasi. Ada yang bilang mirip periskop kapal selam atau inhaler asma. Bahkan mirip-mirip alat pelembut kulit pada produk kecantikan atau lisptik perempuan dalam versi yang lebih besar.

Bila kesan itu yang timbul, maka HTC RE terbilang sukses dengan desainnya yang unik. Yakni membuat pengguna bisa berfikir kreatif dan imajinatif ketika menggenggam HTC RE. Sehingga kegiatan merekam video tidak perlu pada aktivitas tertentu yang mainstream semata.Β 

Melainkan juga rutinitas sehari-hari yang sepele dan terlupakan namun masih seru untuk diabadikan seperti memasak, bekerja, berlibur, pesta ulang tahun, hangout, nongkrong di kafe atau nonton konser music.

Selain itu, desain sederhana HTC RE membuat efek ergonomis yang mumpuni. Ia menjadi mudah dipasang dimana saja seperti kantong baju, sepeda atau dashbor mobil.

Pengguna pun menjadi lebih bebas berkreasi tanpa perlu bingung mencari mounting yang komplit. Tinggal dicantolkan, HTC RE sudah bisa dibiarkan merekam bebas. Kalau kepepet, cukup menggunakan lakban dan ditempelkan!

2. Kamera.

Kemampuan kamera foto cukup menonjol karena dibekali resolusi hingga 16 Megapixel. Mau tidak mau, memotret pada cahaya yang melimpah seperti kegiatan luar ruang mampu menghasilkan kualitas gambar yang bisa diandalkan. Bahkan untuk ukuran kamera mini yang sejenis, sudah diatas rata-rata.

Sementara untuk kamera video 30 frame per seconds (fps) sangat mendukung untuk hasil Full HD 1920x1080. Angka 30fps melebihi syarat standar Full HD yakni 25 fps.

Dampaknya, video berjalan sangat halus, tidak patah-patah dan tetap akurat untuk adegan-adegan supercepat seperti cipratan air atau ditaruh di dashbor mobil. Membuat adegan slowmotion juga bakal lebih nyentrik.

Kemampuan kamera di atas sangat didukung dengan lensa lebar (wide angle) pada 146 derajat. Daya jangka ini membuat kemampuan melihat subjek foto/video lebih maksimal. Uniknya, meski sudah wide angle, hasilnya tidak terlampu distorsi (sisi kiri dan kanan melengkung).

3.Baterei dan koneksi.

Baterei 820mAH membuat HTC RE mampu merekam video hingga 1jam 40 menit tanpa putus.Β  Durasi ini cukup untuk merekam sebuah konser musik tunggal yang biasanya berlangsung kurang dari 2 jam.Β  Panjangnya waktu perekaman sudah diantisipasi dengan kemampuan kartu memory yang bisa dipakai hingga 128 GB -- meski bila membeli HTC RE sudah diberi β€˜bonus’ microSD 8GB.

Koneksi blutetooth yang dipunyai HTC RE membuat kamera mungil ini mampu terhubung dengan ponsel HTC seperti HTC Desire Eye.Β  Konseksi ini menjadi sangat penting karena desain HTC RE tidak memungkinkan dibuat layar LCD seperti action cam yang lain.

Nah, dengan koneksi yang cukup baik tanpa delay berarti cukup menutupi kelemahan HTC RE yang belum dibuat layar LCDnya.Β  Alhasil, aktifitas memotret/video tidak terganggu. Pengguna tidak lagi menerka-nerka seperti apa hasil foto/video yang bakal dihasilkan nanti.

4. Operasional

Mengoperasikan HTC RE jauh lebih mudah daripada action camera pada umumnya. HTC RE hanya dibekali dua tombol utama yakni tombol slow motion di siku bawah dan satu tombol shutter di siku atas.

Sekali pencet singkat pada shutter berarti memotret foto, memencet lama pada shutter berarti merekam video.

Oh iya, HTC RE tidak ada tombol ON/OFF layaknya kamera biasa. HTC RE mengandalkan sensor otomatis. Bila dipegang tangan langsung on. Bila didiamkan dalam beberapa detik bakal mati sendiri. Praktis dan efisien tanpa perlu pikir panjang lagi.

5. Editing

Banyak foto/video dibiarkan 'mangkrak' begitu saja di hardisk. Terkadang lupa dan baru dibutuhkan dan membuat bingung karena sudah dalam tumpukan folder yang bejibun.

Untuk menghindarinya, HTC RE bisa langsung terkoneksi aplikasi editing dan berbagi multimedia Zoe. Maka video dan foto bisa dieditΒ  menjadi clip multimedia yang atraktif dengan segera dengan durasi 33 detik tiap clip.

6.Kesimpulan

Sebagai kamera mini yang unik, HTC RE sepertinya sangat jeli untuk mengisi segmen yang belum tergarap oleh action camera pada umumnya. Pasarnya pun masih sangat menjanjikan dan belum tergarap dengan maksimal.

Sebagai produsen yang dikenal inovatif dan ekslusif, HTC RE mampu bermain cantik. Yakni tidak mau latah dengan menelurkan action camera mainstream meski sebenarnya bisa difungsikan seperti itu.

Apalagi mengingat kualitas foto/video yang dihasilkan dan segmentasi yang lebih luas, bukan tidak mungkin mampu menggeser dominasi action cam yang sudah eksis.

(Ari/tyo)









Hide Ads