Sebagai sistem operasi paling anyar dari Android, wajar rasanya jika Jelly Bean menawarkan fitur terkini yang tidak ada di versi sebelumnya. Tak terlalu banyak memang, oleh sebab itu Google hanya mencantumkan kode Android 4.1 dari yang sebelumnya 4.0.
Meski sedikit, namun fitur baru yang ditawarkan Jelly Bean terbilang layak dilirik. Ada Google Now yang fungsinya seperti asisten digital, perubahan sistem notifikasi sms, dan tingkat responsif yang semakin gegas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adu Interface
|
|
Pengguna masih ditawarkan 4 baris -- 5 baris untuk iPhone 5-- untuk menaruh maksimal 4 aplikasi dalam sebaris. Halaman juga masih tidak terbatas berapapun aplikasi, sampai dengan memori di peranti maksimal digunakan. Ini juga termasuk saat ingin merapikan aplikasi ke dalam satu folder.
Perubahan yang tampak justru saat menarik tab layar dari atas ke bawah untuk menampilkan notifikasi. Ya, pusat informasi di iOS 6 kini semakin nyaman di mata.
Hal serupa sepertinya juga terjadi pada Android Jelly Bean di mana tampilannya tak berbeda jauh dengan sistem operasi sebelumnya. Bentuk dan tata letak icon sama, notifikasi juga tidak berubah, Semua masih dikemas dalam bentuk yang lebih minimalis namun tetap fungsional.

Perubahan di Jelly Bean justru terasa pada tingkat responsifnya yang lebih baik, setiap sentuhan direspon begitu cepat, baik saat berada di home screen ataupun di dalam menu.
Sedangkan untuk iOS 6 perubahan justru terlihat dengan adanya beberapa informasi tambahan untuk langsung memposting status ke Facebook dan Twitter. Selain itu, running index saham beberapa saham juga ditampilkan jadi satu bersama informasi cuaca dan sejumlah agenda yang terhubungkan. Tinggal geser ke bawah, maka semua informasi itu bisa terlihat dengan mudah.
Perubahan lain yang tedapat pada iOS 6 adalah tampilan App Store yang lebih manis dan ringkas dalam melakukan navigasi. Di App Store, Apple mengubah kategori untuk 'Top Paid' dan 'Top Free' yang sekarang memanjang ke samping.

Terdapat juga Editors Choice yang merupakan aplikasi pilihan App Store yang sedang booming di bagian atas sidebar. Tapi hei, kok sepertinya mirip dengan Google Play Store di Android yah?
Google Now vs Siri
|
|
Misalnya, Google Now dapat merekam aktivitas pengguna saat bepergian, umumnya saat berangkat ke kantor dan pulang kerja. Di sini aplikasi itu akan mempelajari kondisi jalan yang akan dilalui, perkiraan cuaca, tempat perhentian bus, dan sebagainya.
Contoh kasus saat detikINET ingin beranjak dari rumah di Bekasi menuju kantor di Warung Buncit, Jakarta Selatan. Google Now secara otomatis melaporkan kondisi jalan yang macet atau lancar, serta perkiraan waktu sampai di tempat tujuan. Kemudian informasi tambahan lain berupa kondisi cuaca saat itu dan lokasi sekitar yang mungkin asyik untuk dikunjungi.

Pengguna juga bisa menambahkan sendiri beberapa hal lain yang rutin dilakukan, seumpamanya jadwal penerbangan, jadwal meeting dengan relasi dan sebagainya. Google Now juga bisa menjadi pengingat sekaligus memberi perkiraan waktu sebelum pengguna sampai ke tempat meeting yang dimaksud.
Selain itu Google Now juga bisa mengenali beberapa perintah suara, misalnya memeriksa kondisi cuaca, memeriksa jadwal meeting, menemukan rute dari ke tempat tujuan, dan beberapa hal lainnya.


Melalui Google Now pengguna juga bisa melakukan pencarian di web dengan perintah suara, hasil cepat dan penelusuran berdasarkan mesin pecari di Google.Β
Sedangkan Siri, asisten digital ini memang terbilang asyik ketika diajak bicara. Ini tak lepas dari fungsi tambahan yang disertakan di Siri terbaru.
Yup, beberapa perintah -- selain perintah yang sudah bisa di versi sebelumnya -- yang telah detikINET jajal adalah mampu diperintah untuk membuka aplikasi yang terinstal di perangkat kita.
Ini yang menarik, memposting Facebook-Twitter pun kini bisa dilakukan dengan bantuan Siri. Cukup katakan, "Post Twitter," atau "Update Facebook,".

Bahkan Siri juga disematkan di keyboard untuk melakukan bantuan tertentu di sejumlah aplikasi. Perintah suara juga lebih luwes, terutama bagi pengguna yang berbicara Inggris tak sefasih aslinya.
Sayangnya, ada beberapa fitur yang tidak bisa dimaksimalkan di Indonesia, seperti mencari jadwal film yang ada di daerah kita. Karena memang, penambahan fungsi ini hanya untuk pengguna di AS saja.
Interaksi antara Siri dengan penggunanya juga semakin luwes dan tidak terlalu kaku. Seperti berbicara dengan partner sendiri.
Lalu bagaimana jika dibandingkan dengan Google Now? Siri memang lebih oke sebagai lawan bicara. Asisten digital ini bisa menerima pertanyaan secara berkesinambungan, hal yang tak dimiliki oleh Google Now.
Kelebihan lain juga bahwa Siri bisa diperintahkan untuk membuka aplikasi pihak ketiga, menelpon, mengirim SMS, dan sebagainya. Google Now memang tidak secanggih itu namun aplikasi ini justru dirancang agar lebih personal dan dapat mengakomodir rutinitas sehari-hari.
Apple Maps vs Google Maps
|
|
Khusus Maps, Apple menyediakan petanya sendiri.
Di sinilah pangkal permasalahannya, keakuratan sebagai penunjuk jalan dan pemetaan dari lokasi terlihat sangat buruk. Walaupun terlihat data yang dipunyai di Apple Maps berasal dari Tomtom -- sistem navigasi terkemuka-- itu nyatanya tidak menjamin.
DetikINET pun penasaran menjajalnya. Secara interface, pandangan pertama di Apple Maps cukup menggoda. Karena dijajal di Indonesia, maka pemetaan yang didapatkan boleh dikatakan tidak jauh berbeda dengan Google Maps. Namun, banyak lokasi printilan di tempat detikINET berdiri tidak disematkan di Apple Maps.Β
Fitur penunjuk jalannya sejauh ini menunjukkan tingkat akurat yang tidak terlalu buruk. Bahkan bila dilakukan dengan perintah melalui Siri pun. Pengguna juga bisa memilih tampilan standar atau dalam mode Satelit.
Ketika diperintahkan sebagai penunjuk jalan, Apple Maps mampu memberikan beberapa opsi untuk mencapai lokasi yang dituju.
Bila di luar negeri Apple Maps dikritik karena menampilkan peta yang aneh bin ajaib, hal nyaris serupa juga terjadi di Indonesia.
Bila mengambil mode gambar 'Satelit' lokasi tempat detikINET berdiri memang nampak bagus dengan gedung yang pas. Namun bila sudah diubah ke mode 3D, gedung yang tadinya apik terlihat penyok dan gepeng.
Maps di iOS 6 juga terhubung langsung dengan akun Facebook. Maksudnya begini, ketika pengguna mengetikkan nama salah satu teman yang terdafatar di FB, maka secara interaktif apple maps akan menghubungkan alamatnya--bila si teman menuliskan dengan lengkap.

Sayangnya, semua yang ditawarkan oleh Apple Maps ternyata belum bisa menandinggi Google Maps. Hal ini terbukti dari detail tempat yang diperlihatkan kedua aplikasi, keakuratan, serta sistem navigasi yang ditawarkan.
Sebagai contoh saat detikINET menjajal kedua aplikasi itu di kantor detikcom di Warung Buncit, Jakarta Selatan. Di Google Maps terlihat lebih banyak tempat, seperti Pizza Hut, kantor detikcom dan beberapa tempat lainnya. Sedangkan di Apple Maps seluruh tempat tersebut seakan dianggap tidak ada.

Pun begitu, meski banyak kekurangan yang ada di Apple pengguna masih mau memakluminya. Terlebih lagi jika melihat umur aplikasi yang memang belum setua dan sepengalaman Google Maps. Kita tunggu saja perbaikkan selanjutnya dari Apple.
Aplikasi Kamera Saling Unjuk Gigi
|
|
Proses pengambilan gambar di Android Jelly Bean tampaknya sedikit lebih cepat dari sistem operasi sebelumnya, padahal detikINET menggunakan ponsel yang sama yakni Galaxy Nexus.
Nah bagaimana jika dibandingkan dengan aplikasi kamera bawaan iOS 6 yang konon semakin canggih?
Hal paling signifikan yang terdapat pada iOS 6 adalah kemampuan menangkap gambar panorama, dan tak dipungkiri bahwa fitur ini sudah seperti menjadi hal yang wajar di kalangan pengguna Android.
Namun modus panorama di iOS 6 sepertinya sudah cukup untuk memaksimalkan kamera di iPhone, apalagi ditambah HDR yang lebih baik. Kritikan mungkin saat mengambil gambar dalam mode yang berbeda, pengguna tidak bisa mengubahnya ke posisi landscape.

Selain Panorama tidak ada lagi fitur baru lain yang disematkan di kamera iOS 6. Ya, jika dibandingkan dengan Android, mungkin aplikasi kamera bawaaan iOS 6 sudah terlihat jadul.
Duel Browser
|
|

Sedangkan di iOS 6, Apple tampaknya ingin memberikan pengalaman lebih luas kepada pengguna Safari. Semua fungsi barunya ditujukan untuk memudahkan bagi si pemakai agar bisa berbagi apapun kepada rekannya.
Seperti di fitur Photo, ada tambahan baru bernama Photo Stream yang memungkinkan Anda untuk saling berbagi foto-foto pribadi baik untuk publik atau kepada orang-orang tertentu saja.
Selain itu foto yang dimiliki juga bisa disharing secara langsung ke jejaring sosial, email, diprint dan lain sebagainya. Sebagian memang sudah ada, tapi kali ini dengan tampilan yang menarik tentunya.

Tambahan fitur berbagi juga terjadi di browser Safari ini -- mirip dengan apa yang ada di 'Photo' -- namun dengan tambahan seperti Copy dan Reading List. Anda juga bisa langsung mengirimkan link bacaan tersebut melalui Twitter dan Facebook.
Fitur Reading List ini sedikit mirip dengan fitur Bookmark, namun yang menjadi menarik adalah bila ada suatu lama ditandai Reading List, maka pengguna dapat membacanya dalam posisi offline sekalipun.
Jadi baik Google Chrome mau pun Safari di iOS 6 sama-sama menawarkan fitur unggulan yang cukup menarik, tinggal pengguna yang menentukan mana yang sekiranya lebih nyaman dipakai untuk sehari-hari.
Kesimpulan
|
|
Anggap saja pengguna tidak membutuhkan fitur Google Now atau aplikasi baru lainnya, namun optimalisasi sistem yang terdapat di Jelly Bean seakan membuat Android kian melesat. Sangat gegas.
iOS 6 juga tak kalah seru. Siri yang semakin memikat menjadi daya tariknya sendiri, ditambah lagi notifikasi bar yang semakin atraktif serta jejaring sosial yang sudah terintegrasi dengan sistem.
Soal performa mungkin tak banyak yang detikINET rasakan saat menggunakannya di iPhone 4S, yang ada justru baterai yang malah gampang surut dibanding menggunakan iOS 5 sebelumnya.
Kejanggalan di Apple Maps juga bukan suatu masalah besar yang harus dipusingkan, apalagi pengguna masih bisa menggunakan versi web dari Google Maps dan berbagai aplikasi peta lain yang ada di Apple Store.
Lalu mana yang unggul? Hal seperti cukup sulit diputuskan, mengingat keduanya sama-sama menawarkan nilai lebih. Android Jelly Bean dengan sejuta fitur terdepan, atau iOS 6 yang menawarkan semua kecanggihan melalui sebuah kemudahan. Pilihan di tangan Anda :)
(eno/eno)