Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Review Produk
Canon Legria FS306, Camcorder Ringan Berharga 'Ringan'
Review Produk

Canon Legria FS306, Camcorder Ringan Berharga 'Ringan'


- detikInet

Jakarta - Canon telah merilis camcorder terbaru bernama Legria FS306. Jika sebelumnya, camcorder Canon sering dicap 'mahal', camcorder ini seolah memecah mitos tersebut. Dari uji yang dilakukan detikINET, camcorder yang berharga 'ringan' ini memiliki bobot ultra ringan.

Pertama kali yang harus ditekankan, produk ini tentu sedikit berbeda dari saudara-saudaranya yang lain. Perbedaan yang paling menonjol, adalah harganya yang sangat bersahabat. Bayangkan saja dua seri produk ini (FS36 --internal memori 8GB-- dan FS306 --tanpa internal memori--) dibanderol dengan harga dibawah Rp. 4 juta.

Eits.., tapi tunggu dulu. Bagaimana dengan kualitasnya? Apakah juga 'berbeda' dengan produk camcorder Canon yang lain? 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, pernahkah mendengar Electronic Image Stabilization, Dynamic Image Stabilizer, Pre-Recording, atau Quick Charge? Yups betul, serangkaian kalimat tersebut adalah sedikit teknologi papan atas Canon, yang turut dibenamkan dalam produk ini. Penasaran hasilnya? Simak data dan fakta dari uji yang dilakukan detikINET berikut.



Teknologi Yang Membuat FS306 Layak Dimiliki

Pertama-tama  detikINET akan membahas beberapa teknologi pada Legria FS306, yang merupakan alasan apakah camcorder ini layak untuk dimiliki. Kita mulai dari yang pertama.

Electronic Image Stabilization

Teknologi ini berfungsi menjamin kualitas serta ketajaman gambar camcorder. Pantas saja saat dijajal detikINET, gambar yang terekam dibalik lensa Legria FS306 memiliki rasio kontras yang cukup baik. 

Misal dengan kondisi pencahayaan normal pada siang hari, warna hijau daun terasa lebih hijau saat direkam dengan camcorder ini. Begitu pula dengan warna lainnya. Alhasil tidak ada warna yang 'meleset' --atau aneh-- dari warna aslinya.

Dynamic Image Stabilization

Produk camcorder kelas consumer memang dirancang mudah pengoperasiannya. Alhasil beberapa produk memang tak memiliki fokus secara manual.

Dengan kondisi ini, camcorder tentu sangat mengandalkan teknologi auto fokus di masing-masing produk. Untuk itu Canon membenamkan teknologi bernama Dynamic Image Stabilization, yang berfungsi mereduksi gambar kurang fokus.

Ekstrimnya, detikINET melakukan zooming hingga mentok dengan posisi 'handheld'. Hasilnya sebuah tulisan pada kalender di titik sejauh 6 meter masih terbaca dengan jelas, padahal tak menggunakan tripod.

Dual Shoot

Dalam sebuah kondisi pengambilan gambar menggunakan camcorder, kita pasti pernah suatu saat ingin melakukan 'snapshoot' pada suatu objek, padahal posisi camcorder dalam keadaan merekam. Walhasil jika hal tersebut dilakukan, bakal susah mencarinya di tumpukan timeline hasil rekaman.

Dengan teknologi Dual Shoot ini, pengguna bakal mungkin merekam video serta memilih foto saat mereka melakukan 'snapshoot' tadi. Alhasil mengambil foto, saat merekam video bakal menjadi lebih menyenangkan.

Quick Charge

Dari beberapa fitur diatas, mungkin Quick Charge adalah salah satu favorit detikINET. Pasalnya dengan teknologi ini, waktu pengisian batarai camcorder menjadi lebih singkat.

Dari test yang dilakukan, camcorder ini hanya membutuhkan waktu pengisian sekitar 20 menit, untuk mendapatkan daya tahan baterai selama 1 jam kedepan. Sangat membantu kinerja seorang jurnalis di beberapa kondisi tentunya.



Desain Compact, Ringan Serta Penuh Gaya

Canon Legria FS306 hadir dalam beberapa pilihan warna seperti Silver, Biru dan Merah. Saat digenggam, Legria FS306 terasa sedikit 'mungil' dibanding seri Legria lain. Walaupun mungil, camcorder ini masih terasa enak digenggam bagi pengguna yang memiliki ukuran tangan besar. 

Walhasil hal tersebut menjadikan camcorder ini sahabat bagi semua anggota keluarga. Mulai dari anak-anak hingga kakek-nenek akan sangat pas untuk menggunakan camcorder ini. Apalagi pengoperasiannya cukup mudah.

Yang paling menarik dari produk ini, adalah bobot ultra ringannya yang hanya 225 gram. Untuk ukuran camcorder saat ini, jelas camcorder ini termasuk ringan. Bahkan bisa dibilang terlalu ringan. 

Dari sisi desain cover lensa, pengguna tak perlu membuka tutup cover tersebut secara manual. Pasalnya cover lensa akan membuka otomatis begitu camcorder dinyalakan, serta menutup saat dimatikan. Satu hal yang sedikit disayangkan beberapa orang, mungkin adalah tidak adanya viewfinder serta hotshoe pada produk ini.Namun dengan tidak adanya kedua piranti tersebut, justru membuat camcorder ini lebih stylish. Apalagi ditambah lampu mungil di ujung LCD, untuk membantu pencahayaan disaat gelap.

Canon Legria FS306 memiliki ukuran LCD wide sebesar 2,7 inchi. Dengan ukuran tersebut, camcorder ini terasa lega untuk mengabadikan momen-momen unik dibalik lensa. Walau tak dibekali fitur layar sentuh, panel-panel yang ada di bawah LCD sangat mudah dioperasikan.



Di bagian kiri LCD, terdapat panel arah navigasi. Kemudian di bagian bawahnya terdapat tombol fungsi pengaturan serta panel-panel seperti start/stop. Kemudian bagian dalam body terdapat dua tombol yakni video snap dan info, serta dua port yakni AV Out dan USB. Slot baterai terletak di bagian bawah, menyatu dengan slot SD/SDHC.


Perfoma Canon Legria FS306

Camcorder ini dilengkapi dengan sensor CCD sebesar 1/6 inchi, dengan 800 ribu pixel serta advanced zoom 41x. Legria FS306 juga memiliki digital zoom sebesar 2000x. DetikINET pun melakukan uji zooming untuk mengambil gambar pepohonan yang tertiup angin dari jarak sekitar 20 meter. 

Nampaknya teknologi Electronic Image Stabilization dan Dynamic Image Stabilizernya memang tidak menipu. Warna kontras langit dikombinasikan dengan hijaunya daun ter-preview dengan indah. Apalagi ditambah Dynamic Image Stabilizer, yang mereduksi objek lain diluar titik fokus. Alhasil kesan deepth of field nya benar-benar terasa.

Saat detikINET membuka panel LCD pada body camcorder ini, terpampang logo Dolby Digital Stereo Creator. Artinya suara yang dihasilkan menjadi lebih jernih dan tidak mono. DetikINET juga mencoba kejernihan mic camcorder ini, dengan melakukan wawancara dengan seorang narasumber ditengah keramaian jalan ibukota. Sayang suara noise masih banyak yang masuk, jika objek pembicara bersuara kecil dan tak konstan.


Format Video Bening, Sayang Agak Ribet 

Salah satu hal yang membuat detikINET senang sekaligus sedih adalah format file video yang diusungnya. Senang dalam artian, file berekstensi .mod ini ukurannya ringan dan bagus tingkat kompresinya. Sedih dalam artian untuk beberapa jenis video editing, file ini tak langsung terbaca. Akibatnya file hasil rekaman video tak langsung dapat diedit.

Nah, terkait hal ini ada dua cara mengakalinya. Pertama adalah dengan mengubah ekstensi file berformat .mod tersebut, menjadi .mpg secara manual. Saat dicoba dengan software editing macam Sony Vegas 7, Adobe Premiere 6.5 atau CS3, file tersebut tetap tak terbaca. Namun untuk Windows Movie Makers, file ini terbaca.

Cara kedua, pengguna harus mencari salah satu .mod converter, yang banyak berserakan di internet secara gratis. Salah satu converter yang direkomendasikan detikINET, bernama Prism Video Converter besutan NCH. Cara konversinya cukup mudah. Pengguna tinggal melakukan drag and drop, kemudian pilih jenis output file, dan klik convert. Sangat mudah.

Bagi pengguna yang belum terbiasa mengkonversi file, cara diatas memang sedikit ribet. Namun jika melihat kualitas gambar yang dihasilkan serta ukuran filenya, rasanya tak sia-sia memiliki camcorder ini. Pasalnya dengan bermodal SD card berukuran kecil pun, kita sudah sanggup mengabadikan banyak momen.  


Kesimpulan:

Dengan bobot ultra ringan, desain mungil, serta pengoperasian yang mudah, rasanya produk ini cocok dioperasikan semua anggota keluarga dari anak-anak hingga kakek-nenek. Namun bagi pengguna yang lebih advanced menggunakan camcorder, sepertinya kurang pas memakai produk ini.

Camcorder ini memang diposisikan pada pengguna entry level. Dengan segudang fitur unggulan, rasanya camcorder ini cocok dimiliki orang yang baru mengenal camcorder. Apalagi harganya relatif murah.

Legria FS306 hanya dibanderol seharga Rp. 3,5 juta. Sementara Legria FS36 seharga Rp. 3,8 juta. Berminat? 

Kelebihan:
+ Harga murah
+ Bobot ringan
+ Didukung teknologi papan atas Canon

 
Kekurangan:
- Tidak ada viewfinder
- Tidak ada hot shoe (fw/wsh)






Hide Ads