Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Komunitas detikINET Mengudara, Ponsel pun Diinjak

Komunitas detikINET Mengudara, Ponsel pun Diinjak


- detikInet

Jakarta - Pertama ponsel itu ditelungkupkan di atas meja. Lalu, Brak! ponsel itu digebuk. Belum puas, ponsel itu dijatuhkan ke lantai dan diinjak. Ada apa?Ternyata bukan karena marah-marah ponsel itu 'disiksa' sedemikian. Ini adalah unjuk gigi Andi K. Utomo, General Manager Mobile Division Samsung Indonesia, dalam kumpul-kumpul komunitas detikINET yang kedua. Kali ini ajang 'kopi darat' itu dilakukan sambil bertamu dalam acara Executive Happy Hour, Radio Trijaya yang berlangsung di Cafe Nine Cloud Menara Jamsostek Jakarta, Kamis (7/6/2007) malam. Obrolan yang dibahas bertajuk 'Gadget antara Kebutuhan, Gaya Hidup dan Kepuasan'Ini merupakan kali kedua komunitas mailing list detikINET melakukan kumpul-kumpul sambil bertamu. Sebelumnya mereka berduyun-duyun 'sowan' Wakil Presiden JK alias Jarwo Kuat dari Republik Mimpi dalam acara 'Open House di MetroTV'. Topik dalam Executive Happy Hour itu jelas bukan hal yang asing di telinga komunitas yang gemar tukar-menukar tips dan masalah seputar teknologi informasi. Bahkan, kepala suku komunitas detikINET Ahmad Sophan Sophian ikut unjuk gigi sebagai salah satu narasumber Menginjak PonselSelain Sopan, General Manager Mobile Division Samsung Indonesia Andi K. Utomo hadir untuk menjawab pertanyaan seputar teknologi ponsel terbaru Samsung. Ketika ditanyakan apakah ponsel Samsung tahan lama, Andi bukan hanya menceritakan kemampuan ponsel tersebut ia bahkan membuktikannya. Ia mengambil salah satu ponsel Samsung yang memiliki bentuk flip, lalu ditelungkupkan di atas meja. Lalu, Brak! ponsel itu digebuk. Belum cukup, ponsel itu dijatuhkan ke lantai dan diinjak. Sesudahnya Andi mendemokan bahwa ponsel itu masih bisa menyala. Kontan aksi tersebut membuat komunitas detikINET terperangah. Pembawa acara Tyas Anggoro, yang menggantikan Lula Kamal, pun penasaran dan mencoba memukul ponsel itu. Sayang permintaan komunitas untuk ikut memukul ponsel itu tak dipenuhi, pasalnya mereka ingin mencobanya di rumah alias sekalian meminta ponsel tersebut untuk dibawa pulang. Makin AkrabAda sekitar 30 orang anggota komunitas detikINET yang memadati Cafe Night Cloud malam itu. Obrolan santai berbagi pengalaman dengan dihiasi cahaya redup pun menemani anggota komunitas. Rasa kebersamaan tampak jelas dari komunitas yang sudah berpopulasi sekitar 6000 anggota ini.Hal itu misalnya ditunjukkan oleh Linda yang mengaku baru pertama kali mengikuti ajang kopi darat. Meski dirinya belum lama masuk ke dalam komunitas, Linda tak segan meluangkan waktu sehabis ngantor di daerah Blok M, Jakarta Selatan. "Padahal waktu acara yang ke Republik BBM itu dari sejak jauh-jauh hari aku ingin ikut banget dan sudah rame-rame di milis, tapi ngga tahunya malah gak ikut. Nah sekarang syukurnya bisa," ujarnya.Selesai acara, obrolan berlanjut di lobby Menara Jamsostek seputar rencana pembuatan jaket komunitas dan membentuk tim futsal. "Wah kita perlu sponsor lagi gak nih untuk membuat jaket?" ujar salah satu anggota milis. Keterangan Foto: A. Sopan S., Andi K. Utomo, dan Tyas Anggoro (atas), Komunitas detikINET foto bareng Tyas Anggoro (tengah), anggota komunitas detikINET menyimak penjelasan soal ponsel Samsung (bawah). Fotografer: wsh/ash/inet. (ash/wsh)





Hide Ads