Atas partisipasinya di ajang dunia tersebut, banyak praktisi dunia berdecak kagum kepada Indonesia atas pengalamannya memanfaatkan Wajanbolic e-goen, VoIP Rakyat dan ebook Open Source untuk sekolah.
Bahkan, peserta dari Harvard, Grameen Foundation, Islamic Development Bank (IDB), Mesir dan banyak lembaga internasional lainnya, melakukan pendekatan khusus kepada Onno untuk melihat kemungkinan mengadopsi dan melakukan 'scaling up' atas apa yang telah dilakukan Indonesia agar bisa digunakan di berbagai negara lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak heran Mesir langsung menghubungi saya untuk melihat kemungkinan untuk mengadopsi pendekatan yang dilakukan Indonesia dalam mengopensourcekan bangsanya," ujar Onno dalam surat elektroniknya kepada detikINET.
Tentu ini menjadi apresiasi yang luar biasa terhadap Indonesia. Kerja keras untuk lebih memasyaratkatkan Open Source lewat buku elektronik diacungi jempol oleh dunia.
"Indonesia adalah negara terdepan yang secara serius mengopensourcekan negaranya melalui pendidikan," pungkas Onno.
(ash/ash)