Menggunakan sudut pandangnya, kita seakan-akan dibawa langsung ke kejadian di Pattaya, Thailand. Saat itu terjadi penundaan, dan akhirnya pembatalan, Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN.
Pembatalan itu disebabkan aksi demonstrasi dari Red Shirt, para pendukung mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra. Kisah yang menegangkan, yang juga mengetengahkan aksi penyelamatan jajaran petinggi beberapa negara ini dimuat di dalam blog yang dibidani oleh situs Beyond.sg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tadinya yakin para tentara (berbondong-bondong) hanya untuk pergi makan siang. Kemudian saya tahu bahwa Red Shirt telah menembus pagar dan bergerak untuk mengambilalih gedung konferensi," tutur Yeo.
Di blog tersebut Yeo juga menyebut nama Presiden SBY. Dikatakannya, Presiden SBY tidak bisa meninggalkan U-Tapao, sementara pemimpin ASEAN lain berada di Royal Cliff Beach Resort.
Sejauh ini, beberapa komentar telah masuk di blog Yeo tersebut. Beberapa di antaranya mengungkapkan rasa syukur bahwa Yeo selamat dan senang karena ia telah membagikan pengalamannya. Namun ada juga yang mengatakan Yeo kini bisa mengetahui seperti apa rasanya kehilangan kendali.
(sha/wsh)