Entah apa maksud si pembuat lambang ini. Apakah memang dia ingin menyerang dan menyerukan black campaign terhadap PKS?
Sebab, semakin mendekati hari H Pemilu 2009, serangan demi serangan selalu bermunculan dari berbagai sudut untuk mendiskreditkan parpol tertentu, termasuk PKS. Serangan paling gencar adalah serangan melalui jalur maya. Apalagi PKS sering diplesetkan dengan berbagai nama yang mencemarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siapa Muhammad Amin? Entahlah. Namun, dari Facebooknya, dia terkesan sebagai orang yang gampang menggunakan istilah rakyat. Website atau blog Muhammad Amin selalu terdapat tulisan rakyat.
Apakah dia orang berhaluan komunis? Sulit menuduh dia begitu, meski dia mungkin punya maksud tertentu untuk membuat lambang seperti itu. Faktor iseng bisa saja hinggap pada diri Amin.
Lambang yang dibuat Amin ini terkesan menjiplak dan memodifikasi lambang PKS, parpol pimpinan Tifatul Sembiring. Dua bulan kembar emas diganti dengan dua palu arit kembar emas. Gambar padi di bagian tengah dibiarkan seperti lambang asli PKS. Kotak warna hitam mirip Kakbah juga dibiarkan sama.
Terlihat ada rona kekhawatiran pada diri pembuat lambang dua palu arit kembar ini. Indikasi ini terlihat dari keterangan profil di facebook Muhammad Amin: "Diblok 12 Jam.. ha ha..(kayaknya ada yang nglaporin.. smoga tidak)".
Black Campaign Murahan
Lalu apa komentar PKS dengan aksi negatif ini? "Ini black campaign murahan, tidak perlu ditanggapi secara serius oleh PKS," ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PKS, Razikun, saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (27/2/2009).
Dan karena merupakan kampanye murahan maka PKS merasa tidak terganggu. Namun demikian Razikun mengatakan pihaknya akan mencari sang pembuat lambang dan akan memprosesnya.
"Tentunya karena online (internet) kita akan melakukan tindakan sesuai dengan prosedur di online itu," terang Razikun.
Razikun menambahkan, PKS yakin hal seperti ini tidak akan mempengaruhi perolehan suara PKS pada pemilu mendatang. Karena mayoritas pengguna fasilitas facebook adalah orang yang berpendidikan.
"Tentunya mereka tidak akan terpengaruh," pungkasnya. (ash/ash)