Presiden didampingi Menlu Nur Hasan Wirajuda dan Meneg Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar. Ya, malam itu selama satu setengah jam presiden melakukan video conference (vicon) dengan Sekjen PBB Ban ki Moon yang berada di New York, Amerika Serikat. Di seberang benua, juga ada PM Polandia Donald Tusk, PM Denmark Anders Fogh Rasmussen dan Deputy Executive Secretary Kanselir Jerman, Richard Kinley.
Mereka berada di ibukota negara masing-masing. Para pemimpin planet bumi itu membicarakan soal perubahan iklim dunia yang makin mengkhawatirkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
General Manager Divisi Enterprise PT Telkom, Henry Christiadi mengungkapkan, untuk acara mega penting itu tak boleh ada kesalahan. Semua masalah teknis harus dipastikan berjalan baik dengan level garansi zero error. "Beberapa teknisi Telkom sampai-sampai lupa berbuka puasa. Tapi ini demi tugas negara," ujarnya.
PT Telkom memanfaatkan kolaborasi teknologi ISDN (Integrated Service Digital Network) dan IP (Internet Protocol) agar komunikasi berlangsung real time. Sebagai penghubung para pembicara, sebuah master control unit (MCU) yang berada di Genewa, Swiss menjadi bridging sekaligus pengatur arus informasi.
Untuk sampai pada koneksi ke MCU, Telkom menggunakan Gate Internasional 007. Dari Jakarta, dengan menggunakan fiber optic bawah laut ke Hongkong, kemudian dihubungkan ke Amerika, baru ke Genewa. "Kami memilih rute paling baik dan aman. Boleh dibilang, koneksi vicon ini menjadi prioritas pengaturan trafik," ungkap Andry Yunianto, Account Manager PT Telkom.
Agar lebih aman dari gangguan, vicon ini juga mengimplementasikan konfigurasi sistem congestion. Jadi, koneksi ISDN 3 BRA (setara 384 kbps) dari Istana Negara memanfaatkan dua sentral telepon yang berbeda, Sentral Gambir dan Semanggi (sebagai back up).
Masing-masing sistem diintegrasikan dengan dua perangkat ISDN yang hot standby. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk terjadinya gangguan koneksi pada senteral utama. "Kerja keras selama tiga hari tim teknisi terbayar. Presiden SBY sungguh puas dengan support teknologi vicon yang Telkom berikan," klaim Henry.
(djo/ash)