Sepanjang sejarahnya, BlackBerry Messenger memicu beberapa kontroversi. Memang bukan kesalahan layanannya, namun lebih pada kelakuan sebagian pengguna yang tak bertanggungjawab.
Kontroversi apa saja yang pernah melibatkan BlackBerry Messenger? Berikut di antaranya yang dihimpun detikINET dari berbagai sumber.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Perusuh Inggris Manfaatkan BBM
|
BlackBerry Messenger (BBM) digunakan para perusuh untuk mengorganisir pengrusakan. David Lammy, anggota parlemen dari Tottenham, wilayah di mana kerusuhan dimulai menilai BBM telah disalahgunakan oleh para perusuh.
"Ini (BBM-red) adalah salah satu alasan mengapa kriminal bisa mengakali polisi. BBM itu berbeda karena layanan ini terenskripsi dan polisi tidak bisa mengaksesnya," tutur Lammy.
Beberapa pihak sempat mengusulkan agar BBM diblokir di Inggris untuk mencegah kerusuhan meluas. Namun kemudian, kerusuhan mereda dan BBM tidak sampai ditutup di negeri kerajaan ini.
2. Pemerintah India Paksa Akses BBM
|
Setelah mendapat ancaman blokir dan sebagainya, BlackBerry akhirnya memenuhi keinginan pemerintah India. Mereka membangun server dan mengizinkan otoritas mengintip pesan BBM.
BlackBerry membuka akses bagi pemerintah dan penegak hukum India untuk mengintip BlackBerry Messenger (BBM), email maupun email attachment warganya. Pihak berwenang India juga bisa menyadap fasilitas web browsing.
Adapun keberadaan server BlackBerry diperlukan untuk mendapatkan akses lawful interception alias penyadapan. Akses ini akan dimanfaatkan pihak berwajib di Negeri Bollywood itu untuk memonitor gerak-gerik para teroris yang berkomunikasi melalui sistem BlackBerry.
Bagi India, ini menjadi suatu 'prestasi' tersendiri. Seperti diketahui, negara lain juga ramai-ramai mendesak BlackBerry membangun server di wilayahnya, namun belum berhasil. Tak terkecuali Indonesia.
3. Jadi Favorit Wanita Tuna Susila
|
BlackBerry jadi ponsel favorit bagi pekerja seks untuk berhubungan dengan klien, dengan persentase pemakaian 70%. Di posisi kedua ada iPhone yang dipakai sebanyak 19%. Menurut Venaktesh, BlackBerry banyak dipilih karena memberi citra profesional pada para PSK.
Riset "How Tech Tools Transformed New York's Sex Trade" mendeskripsikan bagaimana pekerja seks memakai perangkat modern agar bisa bekerja lebih aman dan menjadi bos untuk diri sendiri. Penelitian Venaktesh melibatkan 290 PSK yang bermukim di New York, Amerika Serikat.
"Internet dan kebangkitan telepon selular memungkinkan sebagian pekerja seks memperdagangkan diri dengan profesional. Mereka bisa mengontrol image, menentukan tarif, dan mengabaikan keberadaan para germo yang biasa mengeruk uang mereka," tulis Venaktesh.
4. Jadi Media Hoax
|
Misalnya saja penipuan yang menyatakan bahwa penerima pesan memenangkan hadiah undian yang menggiurkan. Padahal undian tersebut tidak pernah ada.
Atau terkait dengan bencana alam. Di mana terkadang ada pesan yang menyebutkan akan terjadi bencana luar biasa. Padahal keadaan sebenarnya aman-aman saja.
Pihak BlackBerry pun beberapa kali mengingatkan agar pengguna tidak masuk dalam perangkap para penipu yang melancarkan aksinya via BBM.
5. Dipakai Para Koruptor
|
Itulah sebabnya pemerintah melalui Depkominfo sempat sangat getol meminta agar BlackBerry membuka server di Indonesia. Terlebih pada masa lalu saat BlackBerry masih populer.
"Buka server di Indonesia, sehingga aparat hukum di Indonesia bisa melacak keberadaan pelaku kejahatan, khususnya korupsi," ujar Menkominfo Tifatul Sembiring beberapa waktu yang lalu.
Namun sampai sekarang, BlackBerry tidak juga membangun server di Indonesia.
Halaman 2 dari 6