Beruntung, detikINET diberi kesempatan sesaat untuk mencicipi sensasi menggunakan Galaxy S III. Tak pikir panjang lagi, berbagai fitur yang adapun dijajal satu persatu sedalam mungkin.
Desain
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekilas memang tak ada yang istimewa ketika melihat Galaxy S III, namun ketika mulai menggengamnya, kesan kokoh pun terpancar jelas di produk ini. Mungkin inilah kehebatan polycarbonate.
Meski berukuran besar tapi Galaxy S III tetap enak digengam, tidak licin dan tidak berat. Hanya saja jejak jemari mudah sekali berbekas pada produk ini, mungkin karena menggunakan warna Glosy yang memang memiliki sifat seperti itu.
Hanya ada satu tombol fisik pada Galaxy S III, sedangkan di kanan kirinya terdapat touch panel untuk fungsi Menu dan Back. Terlihat praktis memang, dan hanya butuh beberapa saat sebelum terbiasa mengoperasikan ponsel ini.
Fitur Melimpah
|
|
Pop Up Play membuat Galaxy S III bisa menampilkan video bersamaan dengan melakukan aktivitas lain. Jadi video akan ditampilkan secara tumpang tindih dengan aplikasi lain yang sedang dibuka.
Namun perlu dicatat. Fitur ini hanya bekerja untuk video dan hanya bisa menampilkan satu gambar saja. Keterbatasan lainnya adalah pengguna tidak bisa mengatur ukuran gambar tersebut.
Kemudian ada S Beam. Fitur ini sejatinya sudah ditanamkan pada semua perangkat Android ICS yang sudah memiliki NFC, namun punya Samsung diklaim berbeda.
Untuk mengenali perangkat lain memang menggunakan NFC seperti pada ponsel lainnya, tapi untuk transfer data S Beam akan menggunakan WiFi Direct yang memiliki bandwidh yang lebih besar. Sebagai contoh, file sebesar 50 MB pun selesai dikirim kurang dari 1 menit.
Camera Burst. Fitur ini memungkinkan Galaxy S III bisa mengambil gambar secara simultan hingga 20 frame, lalu ada juga modus lain yang bisa menjepret hingga 8 frame sekaligus yang kemudian merekomendasikan hasil foto yang terbaik kepada pengguna. Namun perlu diakui bahwa fitur ini tidak terlalu istimewa.

Smart Stay. Fungsi ini akan membuat ponsel tetap hidup ketika pengguna menatapnya, akan ada icon mata ketika fitur ini aktif untuk menotifikasi pengguna. Fitur yang cukup membantu memang, apalagi ketika dipakai untuk membaca atau berselancar di internet.

S Voice. Nah, fitur ini digadang-gadangkan Samsung sebagai asisten digital penantang Siri. Ketika dijajal detikINET ini, fungsi ini memang mirip sekali dengan Siri di iPhone 4S, mulai dari tampilan, suara, hingga cara penggunaannya.
Kamera Plus-plus
|
|
Kamera depan memiliki lensa 1,9 MP, bisa dipakai untuk video call dan merekam gambar bergerak hingga resolusi 1280 X 720 pixel. Sedangkan fungsi lainya adalah sebagai 'mata-mata' fitur Smart Stay agar membuat ponsel tetap terjaga.
Di bagian belakang terdapat kamera utama 8 MP. Lumayan, namun yang cukup menarik adalah kecepatan fokusnya yang bekerja secepat kedipan mata.
Ada berbagai macam modus foto yang bisa diambil melalui kamera ini, burst, macro, smile detection dan berbagi modus lainnya. Berikut adalah contoh hasil jepretan Galaxy S III yang diambil dalam ruangan.
|
Tenaga Super dari Exynos 4212 Quad
|
Untuk menonton film HD atau bermain game kelas berat, memang bukan masalah. Semua konten tersebut pasti bisa dilahap dengan mudah, begitu juga untuk membuka situs dengan tampilan desktop yang punya banyak animasi. Enteng!!
Tapi saat diuji dengan aplikasi Quadrant, Galaxy S III 'cuma' memperoleh skor 3.638. Masih tertinggal jika dibanding HTC One X yang menyentuh angka 4 ribuan. So, klaim sebagai ponsel tercepat di dunia mungkin belum bisa dibuktikan untuk saat ini.
Menampik hal itu Samsung mengaku bahwa unit yang dipinjamkan itu masih dalam proses pengembangan, jadi skor tersebut bisa saja berbeda dengan versi yang akan dirilis 2 Juni nanti.
Kesan Sesaat
|
|
Namun kesimpulan sepintas adalah, Galaxy S III memang salah satu ponsel Android yang cukup asyik dipakai. Seluruh fitur di dalamnya memang dibuat untuk memanjakan para penggunanya.
Tapi bukan tanpa tantangan, dengan rentang harga sekitar Rp 6-7 juta ponsel ini pasti akan bersaing ketat dengan HTC One X yang sudah melenggang di pasaran. Lalu siapa yang lebih unggul?
(eno/ash)