Jakarta -
Menghadapi bencana alam yang sering terjadi akhir-akhir ini, apakah sudah waktunya memikirkan cara menghadapi kondisi tersebut untuk infrastruktur TI organisasi kecil?Saya pikir jawaban yang muncul di benak kita dalam bentuk keinginan adalah, "Ya" dan membenarkan.
Panduan administrasi dalam menghadapi bencana yang disediakan Red Hat Enterprise Linux misalnya, menyebut persiapan sebelum terjadi bencana, saat terjadi, dan pengembalian pada kondisi normal. Termasuk tiga kategori situs cadangan: pemindahan perangkat ke ruang baru yang representatif (
cold), pemindahan operasi ke situs baru yang memiliki kondisi sama (
warm), dan pengalihan seketika ke situs cadangan (
hot).Dalam menghadapi bencana, ada dua batasan yang sering dihadapi di lingkungan organisasi kecil dan pemakai komputer pribadi:
- Ketidakajegan menjalankan prosedur standar. Yang paling terasa adalah melakukan pembuatan cadangan (backup) isi media penyimpanan. Acara yang seharusnya rutin ini masih saja banyak dilanggar dan baru disesali jika bencana telah terjadi. Salah satu cara yang pernah saya gunakan untuk mendisiplinkan diri dalam hal ini adalah membuat target, misalnya komitmen pribadi dan diumumkan kepada pemakai bahwa pemulihan situs Web organisasi jika terjadi persoalan paling lama dua hari kerja. Termasuk disebutkan asumsi bukan berkaitan dengan penggantian perangkat keras, misalnya.Terus terang hal ini memang tidak selalu mudah apalagi di lingkungan organisasi yang melibatkan beberapa pemakai di komputer yang bersangkutan. Selain perlu teknik pembuatan cadangan yang tidak mengganggu pemakai layanan server, beberapa tindakan yang kritis seperti pemutakhiran sistem harus melewati koordinasi dengan jadwal semua pihak.Catatan: saya juga sedang menyusun cara yang baik untuk melakukan prosedur ini di kantor kami.
- Ongkos yang mahal untuk persiapan pemulihan dari bencana. Ini jika dikaitkan dengan tuntutan tipe yang dapat dialihkan seketika, sehingga seolah-olah tidak ada pengaruh apapun dari bencana. Untuk organisasi kecil, tuntutan penyediaan perangkat yang sangat andal untuk persiapan menghadapi bencana dapat diturunkan pada tingkat, "prioritas pada keselamatan data yang sangat penting." Atau lebih membumi lagi disebut: yang pertama isi cakram keras (hard disk) dulu selamat.Oleh karena itu, pada saat terlihat perlu antisipasi -- misal hujan lebat berhari-hari -- ada baiknya komputer-komputer mulai diungsikan ke tempat yang lebih aman dan secara bertahap media cadangan mulai diinventarisasi untuk dibawa menjauhi lokasi operasional.
Organisasi kecil umumnya tidak dituntut mempertahankan ketersedian operasional sangat tinggi seperti halnya di kelas
enterprise. Pekerjaan lebih banyak pada saat sebelum terjadi bencana (persiapan rutin) dan setelah terjadi bencana (pemulihan sistem). Dengan demikian bukan pada masa-aktif (
uptime) yang tinggi, melainkan pada integritas informasi yang dikelola.Untuk pemakai pribadi, saya pernah menulis tentang perlunya persiapan jika aset pribadi di ranah maya
ditinggal pergi oleh pemiliknya."
Artikel ini diambil dari direktif.web.id, atas persetujuan pengelolanya. Judul artikel bisa disesuaikan, tanpa mengubah/mengurangi makna."
(wsh/wsh)