Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
AI Grok Bicara dengan Kalimat Aneh, Bikin Pengguna X Geger

AI Grok Bicara dengan Kalimat Aneh, Bikin Pengguna X Geger


Aisyah Kamaliah - detikInet

Ilustrasi Grok AI milik Elon Musk
Foto: Socialsamosa
Jakarta -

Chatbot kecerdasan buatan (AI) Grok tiba-tiba saja bicara dengan kata-kata yang tak dipahami orang banyak. Netizen X pun kebingungan dengan apa yang terjadi pada AI milik Elon Musk tersebut.

Melansir Independent, Rabu (26/8/2026), user merasa heran karena mereka hanya melontarkan pertanyaan normal. Namun, balasan dari chatbot itu tidak biasa.

"Desain skala aplikasi dengan hal itu dan untuk kuda Anda," demikian pesan sistem kepada seorang pengguna, menurut laporan di Reddit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Untuk mempertimbangkan data terbaik berkali-kali, hal itu menuju masalah merah terkait plastik yang melambat," ujar Grok kepada pengguna lain.

Melalui akun X resmi Grok, pengembang xAI menyatakan bahwa hasil-hasil aneh tersebut terjadi secara tidak sengaja. Menurut mereka, rangkaian kata yang tidak bermakna itu adalah gangguan pembuatan teks sementara yang jarang terjadi.

"Mulailah percakapan baru atau buat ulang respons -- biasanya masalah itu langsung teratasi. Mohon maaf atas kata-kata yang tidak jelas itu," tutur xAI.

Grok dikembangkan oleh xAI, perusahaan kecerdasan buatan yang didirikan pada tahun 2023. Sistem ini terintegrasi ke dalam jejaring sosial X, tempat banyak pengguna berinteraksi dengannya melalui unggahan. Akan tetapi, Grok juga memiliki situs web tersendiri.

Sejak diluncurkan sebagai pesaing yang secara eksplisit memiliki batasan lebih longgar dibandingkan chatbot lain seperti ChatGPT (milik OpenAI) dan Claude (milik Anthropic), Grok telah menghadapi serangkaian kontroversi. Sistem ini pernah kedapatan memuji Adolf Hitler dan memungkinkan pengguna membuat gambar anak-anak yang bermuatan seksual.

xAI didirikan sebagai perusahaan kecerdasan buatan terpisah yang menjadi bagian dari X, perusahaan yang mengelola jejaring sosial yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter. Awal tahun ini, perusahaan tersebut diakuisisi oleh SpaceX menjelang penawaran umum perdana (IPO) gabungan kedua perusahaan pada musim panas ini, sebuah langkah yang menjadikan Elon Musk sebagai triliuner pertama di dunia.

Saksikan Live DetikPagi:



(ask/rns)




Hide Ads