Mark Zuckerberg Ejek iMessage, Dibandingkan dengan WhatsApp

Mark Zuckerberg Ejek iMessage, Dibandingkan dengan WhatsApp

ADVERTISEMENT

Mark Zuckerberg Ejek iMessage, Dibandingkan dengan WhatsApp

Anggoro Suryo - detikInet
Rabu, 19 Okt 2022 22:37 WIB
Istanbul, Turkey - July 11, 2016: Apple iPhone 6s screen with social media applications icons Facebook, Instagram, Twitter, Spotify, Youtube, Messenger, Apple Music, Safari, Maps, Whatsapp etc.
Foto: Getty Images/iStockphoto/bombuscreative
Jakarta -

Setelah minggu lalu mengejek Apple soal ekosistem virtual reality, kini bos Meta Mark Zuckerberg mengejek produk Apple yang lain, yaitu iMessage.

Senin (17/10) lalu, ia memposting foto sebuah iklan WhatsApp di Instagram, lengkap dengan komentarnya soal keamanan WhatsApp yang disebutnya lebih tinggi dibanding iMessage, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Rabu (19/10/2022).

Bos WhatsApp Will Cathcart pun memposting thread di Twitter dengan berbagai kicauan yang senada dengan postingan Zuck tersebut. Yaitu WhatsApp lebih baik dalam hal keamanan dan privasi dibanding SMS, format pengiriman pesan jadul yang masih dipakai di iPhone.

Iklan yang dipajang di Stasiun Pennsylvania, New York City, Amerika Serikat itu cukup simpel namun mendalam. Mereka memajang dan membandingkan gambar chat yang dikirimkan lewat iMessage (gelembung warna biru), SMS (gelembung warna hijau), dan WhatsApp yang mereka sebut sebagai gelembung yang privat.

"Lindungi pesan pribadi Anda di berbagai perangkat dengan enkripsi end-to-end," tulis WhatsApp di iklan tersebut.

[Gambas:Instagram]



Zuck tentu lebih eksplisit dalam postingannya, dengan menyebut WhatsApp jauh lebih aman dan privat dibanding iMessage, lengkap dengan enkripsi end-to-end yang bisa berfungsi baik di iPhone ataupun Android, lengkap dengan chat grup.

Zuck juga memamerkan beberapa fitur yang ada di WhatsApp dan tak ada di iMessage, seperti chat yang bisa menghilang sendiri dan backup yang juga dilindungi enkripsi.

Meta bukan satu-satunya perusahaan yang menyerang Apple soal iMessage. Sebelumnya Google juga gencar menyindir Apple secara terang-terangan karena mereka tak mau mengadopsi rich text format (RCS), yang merupakan standar pengganti SMS.

Sejauh ini Apple tetap acuh terhadap serangan tersebut. Bahkan CEO Apple Tim Cook malah menyuruh orang untuk membeli iPhone saja agar bisa berkomunikasi dengan mudah dengan pengguna iPhone lain.

Mungkin langkah Apple itu diambil karena iMessage masih menjadi format pengiriman pesan yang populer di Amerika Serikat. Hal tersebut bisa berubah jika WhatsApp bisa menjadi meningkatkan jumlah penggunanya di negara tersebut.

Pada awal 2022, WhatsApp terang-terangan mengungkap targetnya untuk meningkatkan jumlah pengguna di AS, karena meski mereka sudah punya 2 miliar pengguna di berbagai negara, WhatsApp bukanlah aplikasi pengiriman pesan yang populer di AS.



Simak Video "Bantahan Meta soal Hampir 500 Juta Data WhatsApp Bocor"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT