Elon Musk Usul Pembayaran Langganan Twitter Blue Pakai Dogecoin

Elon Musk Usul Pembayaran Langganan Twitter Blue Pakai Dogecoin

Josina - detikInet
Senin, 11 Apr 2022 06:15 WIB
Elon Musk
Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI
Jakarta -

CEO Tesla Elon Musk menjadi pemegang saham terbesar di Twitter. Dia pun menyiapkan serangkaian perubahan salah satunya pada layanan berlanggananya yakni Twitter Blue.

Twitter Blue sendiri sudah diluncurkan pada Juni 2021 yang merupakan layanan berlangganan pertama Twitter dengan menawarkan akses eksklusif ke fitur premium. Namun layanan ini hanya tersedia di Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Selandia Baru.

Melansir dari Channel News Asia, bos Tesla ini menyarankan untuk pengguna yang mendaftar ke Twitter Blue harus membayar kurang dari USD 2,99 atau sekitar Rp 43 ribu.

Selain itu pengguna Twitter Blue juga harus mendapatkan tanda centang otentikasi serta opsi untuk membayar dalam mata uang lokal. Elon Musk melanjutkan, tanda centang harus berbeda dari centang biru bagi figur publik atau akun resmi.

"Harga mungkin seharusnya USD 2/bulan, tetapi dibayar 12 bulan di muka. Akun akan ditangguhkan tanpa pengembalian uang jika digunakan untuk penipuan/spam," kata Elon Musk.

"Dan tidak ada iklan. Jika Twitter bergantung pada uang iklan untuk bertahan hidup, maka kekuatan perusahaan untuk mendikte kebijakan akan sangat besar," lanjutnya

Musk juga mengusulkan opsi untuk membayar dengan dogecoin dan meminta pendapat pengguna Twitter.

Twitter sendiri sebelumnya sudah mengizinkan orang memberi tip kepada pembuat konten favorit mereka menggunakan bitcoin.

Pada tahun lalu Twitter mengatakan mereka berencana mendukung otentikasi Non-fungible Token (NFT), yang merupakan aset digital seperti gambar atau video pada blockchain.

Twitter pun enggan memberikan komentarnya terkait saran-saran dari Elon Musk untuk layanannya tersebut.

Musk juga baru baru ini mulai melakukan polling terkait Twitter melalui akun pribadinya dengan lebih dari 81 juta pengikut.

Salah satu polling paling konyol adalah pertanyaan soal perlu tidaknya ia mengubah kantor pusat perusahaan di San Francisco menjadi tempat penampungan tunawisma.

Hal itu lantaran tidak ada satu pun karyawan yang terlihat datang ke kantor untuk bekerja. Polling tersebut mendapat lebih dari 300.000 suara dalam satu jam, dengan 90% menjawab ya.



Simak Video "Elon Musk Tunda Kesepakatan Beli Twitter, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)