Twitter Perluas Fitur Untuk Tandai Postingan Menyesatkan

Twitter Perluas Fitur Untuk Tandai Postingan Menyesatkan

Josina - detikInet
Kamis, 20 Jan 2022 11:14 WIB
People holding mobile phones are silhouetted against a backdrop projected with the Twitter logo in this illustration picture taken in  Warsaw September 27, 2013.   REUTERS/Kacper Pempel/Illustration/File Photo
Foto: Reuters/Kacper Pempel
Jakarta -

Twitter mengumumkan akan memperluas fitur pengujiannya yang memungkinkan pengguna untuk menandai konten yang menyesatkan di sejumlah negara seperti Brasil, Spanyol dan Filipina.

Twitter sebelumnya telah memperkenalkan uji coba fitur tersebut pada Agustus 2021 di AS, Australia dan Korea Selatan. Fitur ini dihadirkan sebagai bagian dari upaya Twitter untuk mengurangi kesalahan informasi di platformnya.

Sejak pertama kali diumumkan, Twitter mengatakan telah menerima sekitar 3 juta laporan dari pengguna yang telah menggunakannya untuk menandai tweet yang mereka yakini melanggar kebijakannya.

Raksasa media sosial ini pada tahun lalu meluncurkan program lain yang disebut Birdwatch, yang memungkinkan peserta menulis catatan dan memberikan konteks tambahan untuk cuitan yang menyesatkan, meskipun catatan itu disimpan di situs web terpisah.

Pertama-tama, sebuah tombol terlihat oleh beberapa pengguna dari Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Australia untuk memilih 'itu menyesatkan' setelah mengklik 'laporkan tweet'. Pengguna kemudian bisa lebih spesifik, menandai tweet yang menyesatkan sebagai berpotensi mengandung informasi yang salah tentang 'kesehatan', 'politik', dan 'lainnya'.

"Kami sedang menguji fitur bagi Anda untuk melaporkan Tweet yang tampaknya menyesatkan - seperti yang Anda lihat," kata jejaring sosial itu dalam sebuah cuitan pada Agustus tahun lalu sebagaimana dikutip detiKINET dari NDTV 360, Kamis (20/1/2022).

"Kami sedang menilai apakah ini pendekatan yang efektif jadi kami mulai dari yang kecil. Kami mungkin tidak mengambil tindakan dan tidak dapat menanggapi setiap laporan dalam eksperimen, tetapi masukan Anda akan membantu kami mengidentifikasi tren sehingga kami dapat meningkatkan kecepatan dan skala pekerjaan misinformasi kami yang lebih luas," tambahnya.

Platform media sosial termasuk Twitter, Facebook, dan YouTube secara teratur mendapat kecaman dari para kritikus yang mengatakan perusahaan tidak berbuat cukup untuk memerangi penyebaran informasi yang salah.



Simak Video "Twitter Kembangkan Beberapa Fitur Baru, Ini Bocorannya"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)