Aplikasi Sedekah Online iWarga, Bantu Masyarakat Dapat Makanan Berlebih

Aplikasi Sedekah Online iWarga, Bantu Masyarakat Dapat Makanan Berlebih

Arbi Anugrah - detikInet
Kamis, 30 Sep 2021 22:15 WIB
Peluncuran Aplikasi iWarga di Purwokerto untuk sedekah online
Aplikasi iWarga untuk sedekah online (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Purwokerto -

Sebuah aplikasi sedekah online diluncurkan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Aplikasi yang dinamakan iWarga tersebut memudahkan orang untuk memberikan dan mendapatkan makanan berlebih secara online.

"Data Bappenas 40 juta ton makanan terbuang percuma yang setara dengan Rp 500 triliun per tahunnya. Itu kalau dibagikan merata pada penduduk yang membutuhkan, kira kira 80 juta (penduduk) bisa merasakan makanan berlebih. Karena hal tersebut aplikasi sedekah online hadir," kata Ahmad Ma'mum relawan iWarga kepada wartawan saat meluncurkan aplikasi tersebut di Pendopo Sipanji, Purwokerto, Kamis (30/9/2021).

Dia mengatakan jika di saat pandemi COVID-19 yang belum berakhir, banyak masyarakat yang merasakan dampaknya, terutama masyarakat menengah ke bawah yang terpuruk secara ekonomi. Dalam kondisi seperti saat ini, ternyata banyak orang mampu yang ingin bersedekah, tapi tidak tahu melalui jalur apa.

"Aplikasi sedekah online ini sebagai penghubung atau perantara atau media yang menghubungkan si pemberi sedekah dan si penerima, jadi artinya dari warga untuk warga. Jadi makanan atau barang bekas itu langsung bertemu antara pemberi dan penerima lewat chatting mereka nanti," ucapnya.

Dia menjelaskan jika makanan berlebih yang akan disedekahkan tersebut bukanlah makanan sisa yang telah basi. Bisa pula sembako ataupun pakaian serta barang yang tidak digunakan.

"Jadi makanan yang berlebih artinya, bukan makanan yang sisa atau basi, bisa menyedekahkan seperti sembako. Apalagi saat COVID-19 ini, orang banyak ingin berbuat untuk sesama, sampai di pagar rumahnya ada sayuran, itu karena apa, karena mereka bingung mau lewat jalur apa untuk sedekah," jelasnya.

Saat disinggung terkait banyaknya orang miskin yang tidak memiliki handphone untuk mendownload aplikasi ini. Pihaknya mengatakan jika nantinya masyarakat yang telah mendownload aplikasi ini juga bisa ikut membantu orang lain yang memang membutuhkan.

"Nantinya diharapkan aplikasi sedekah online pun bisa seperti itu, mereka yang membutuhkan makanan bisa dipertemukan. Warga yang tidak punya aplikasi tapi ada orang yang sudah punya, dia bisa membantu orang lain juga yang membutuhkan," ujarnya.

Peluncuran Aplikasi iWarga di Purwokerto untuk sedekah onlinePeluncuran Aplikasi sedekah online iWarga oleh Bupati Banyumas di Pendopo Supanji Purwokerto (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)

Saat ini, lanjut dia aplikasi iWarga ini belum bisa mengumpulkan pada satu tempat, tapi hanya menghubungkan melalui aplikasi. Dia berharap ke depannya tidak ada lagi cerita di suatu daerah ada orang yang masih kelaparan.

Bahkan ke depan, pihaknya juga akan mendorong hotel, rumah makan, toko roti dan sebagainya untuk bersedekah makanan yang berlebih.

"Siapapun bisa bersedekah, hotel, rumah makan, toko roti. Ini adalah media yang paling pas untuk bersedekah karena yang disedekahkan bukan berupa uang, tapi makanan berlebih atau barang yang tidak terpakai di rumah," ujarnya.

"Bukan hanya makanan cepat saji, yang penting bukan makanan basi. Bisa juga menyedekahkan sayuran, beras, mie instan, minyak, bahan sembako itu boleh saja. Tapi harapan kita memang yang ngambil adalah orang-orang yang memang membutuhkan," ucapnya.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan jika aplikasi baru dari iWarga ini sangat bagus. Dimana jika ada warga yang memiliki kelebihan barang bekas, makanan, pakaian atau alat rumah tangga, padahal dia ingin menyumbangkan kepada orang lain, tapi tidak tahu kepada siapa, dapat menggunakan aplikasi ini tanpa dipungut biaya sepeserpun.

"Idenya bagus, bahwa karena nanti bisa menolong pada warga yang tidak mampu tapi membutuhkan dengan cara cuma cuma. Dan bagi orang yang kelebihan itu juga bisa memberikan dengan cara mudah tanpa harus kelihatan," ucapnya.

Dia mencontohkan, jika pada suatu kegiatan rapat misalnya, konsumsi yang disediakan sejumlah 50, tapi yang hadir hanya 30 orang dan masih ada sisa 20. Sebelum makanan itu basi, maka dapat masukan pada aplikasi tersebut.

"Nanti warga akan semuanya tahu dan yang membutuhkan bisa langsung meminta lewat aplikasi itu dan nanti ada yang mengkoordinir. Termasuk kalau ada pakaian bekas, kalau kita cari orang kan susah, tapi dimasukkan di aplikasi, nanti warga akan tahu dan bisa diambil langsung," ucapnya.



Simak Video "Rencana Sri Sultan Usai Lokasi Wisata di Yogyakarta Dibanjiri Wisatawan"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/fay)