Aplikasi Laut Nusantara Kini Bisa Deteksi Lokasi Tuna

Aplikasi Laut Nusantara Kini Bisa Deteksi Lokasi Tuna

Adi Fida Rahman - detikInet
Minggu, 18 Jul 2021 13:19 WIB
Aplikasi Laut Nusantara
Aplikasi Laut Nusantara. Foto: dok XL Axiata
Jakarta -

Aplikasi Laut Nusantara yang dikembangkan XL Axiata dan Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Kementerian Kelautan dan Perikanan semakin canggih kemampuannya. Kini, aplikasi tersebut dapat mendeteksi keberadaan ikan-ikan bernilai ekonomi tinggi, seperti tuna sirip kuning, tuna sirip biru dan albacore.

Chief Corporate Affairs Officer XL Axiata, Marwan O Baasir mengatakan, pihaknya berupaya meningkatkan fungsi dan manfaat dari aplikasi Laut Nusantara ini. Ini sejalan dengan visi XL Axiata yang ingin membantu para nelayan Indonesia untuk mampu produktif dan aman dalam bekerja sehingga akan meningkatkan kualitas hidup mereka.

"Teman-teman dari BROL memiliki semua kompetensi yang dibutuhkan untuk memperkaya manfaat aplikasi ini, dengan data-data hasil riset yang melimpah, dan bisa diimplementasikan menjadi sarana digital yang mendukung masyarakat nelayan kecil di seluruh Indonesia. Secara bertahap akan terus bertambah fitur-fitur baru yang bisa meningkatkan kemampuan aplikasi Laut Nusantara," terang Marwan.

Peneliti BROL, Eko Susilo menjelaskan, cara kerja fitur baru ini dengan mendeteksi lokasi daerah penangkapan ikan berdasarkan kesesuaian kondisi laut, yang menurut berbagai penelitian sebagai area tempat ikan berkumpul. Kesesuaian tersebut didasarkan pada kriteria front suhu dan tingginya kesuburan perairan.

Front suhu sendiri adalah daerah pertemuan antara massa air hangat dan dingin. Sedangkan kesuburan perairan yang tinggi berasosiasi dengan tersedia makanan ikan, berupa plankton, yang melimpah. Kedua kriteria tersebut dianalisis menggunakan data citra satelit.

"Sedangkan untuk pelikan tuna dan cakalang, dihasilkan melalui pendekatan kesesuaian habitat ikan. Kriteria kesesuaian habitat ikan tersebut dianalisis menggunakan pemodelan numerik dan pendekatan statistik non-linear. Yang jelas, lokasi-lokasi keberadaan ikan Tuna Sirip Kuning, Tuna Sirip Biru, dan Albacore ditampilkan secara sederhana sehingga bisa dengan mudah digunakan oleh nelayan," papar Eko.

Ikan tuna sirip kuning, tuna sirip biru dan albacore punya nilai ekonomi yang tinggi. Dari data Pusat Informasi Pelabuhan Kementerian Kelautan dan Perikanan, harga tuna sirip kuning di kisaran Rp 50.000 per kg, tuna sirip biru sekitar Rp 100.000 per kg, dan albacore sekitar Rp 50.000 per kg.

Sampai tingkat konsumen, harga jual bisa mencapai hingga 3 kali lipatnya. Sementara itu di pasar internasional, seekor tuna bluefin harganya pernah menembus rekor dunia dengan harga Rp 25 miliar dengan bobot 276 kg.

Aplikasi Laut NusantaraAplikasi Laut Nusantara Foto: dok XL Axiata

Sebelumnya, aplikasi Laut Nusantara telah memiliki fitur pendeteksi ikan lemuru Bali, tuna mata besar, dan cakalang. Ikan tuna dan ikan cakalang punya nilai permintaan yang tinggi di Indonesia dan pasar internasional.

Pada tahun 2017, Indonesia memasok lebih dari 16% produksi tuna, tongkol dan cakalang dunia. Dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan, selama triwulan I 2021 komoditas tuna, tongkol, dan cakalang (CTC) menempati primadona kedua untuk ekspor dengan nilai USD 228,55 juta atau 13,08 dari total nilai ekspor sektor perikanan.

Hal ini menjadikan Tuna, Tongkol, dan Cakalang menjadi prioritas KKP. Sementara itu, Lemuru merupakan ikan khas/spesifik di selat Bali.


Sejauh ini sudah ada 55 ribu pengguna aktif aplikasi Laut Nusantara. Mayoritas pengguna merupakan masyarakat nelayan yang tersebar di seluruh Indonesia melalui sosialisasi yang diselenggarakan bersama Balai Riset dan Observasi Laut maupun instansi lainnya seperti BAKAMLA dan Pemerintah Daerah.

Hingga saat ini ada lebih dari 5.000 nelayan yang telah menerima sosialisasi langsung. Mereka kemudian menginformasikan penggunaan aplikasi ini kepada para sejawatnya. Hingga tahun 2020 lalu, XL Axiata dan BROL telah menjalin Kerjasama dengan sekitar 29 wilayah kabupaten/kota di berbagai provinsi untuk implementasi aplikasi Laut Nusantara.



Simak Video "XL Axiata Getol Bangun Jaringan di Daerah Pelosok"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/agt)