Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Putri Bill Gates Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara?

Putri Bill Gates Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara?


Fino Yurio Kristo - detikInet

Phoebe Gates
Phoebe Gates. Foto: Getty Images
Jakarta -

Putri Bill Gates, Phoebe Gates (23), dituduh melakukan praktik yang disebut cookie stuffing di startup-nya yang bernilai miliaran dolar, Phia. Itu adalah praktik ilegal yang kabarnya dapat dikenai hukuman maksimal 20 tahun penjara federal.

Phia adalah asisten belanja pribadi digital yang didirikan bersama oleh Gates dan sesama alumni Stanford, Sophia Kianni. Mereka dilaporkan membenamkan lebih banyak cookie web daripada yang seharusnya, dengan mengambil keuntungan sepihak atas penjualan online pada mitra ritel.

Perusahaan tersebut mengklaim baru mengetahui masalah ini dalam 24 jam terakhir dan berjanji memperbaiki kesalahan teknis tersebut. Namun menurut laporan terbaru Bloomberg, para pengusaha muda tersebut telah mengetahui setidaknya selama tujuh bulan bahwa perusahaan mereka memanipulasi perhitungan komisi penjualannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ariel Givner, pendiri dan pengacara utama di Givner Law, memperingatkan bahwa cookie stuffing dapat membawa konsekuensi sangat serius. "Biasanya ini dianggap sebagai penipuan elektronik federal di pengadilan AS. Ada kemungkinan hukuman maksimal hingga 20 tahun penjara ditambah denda/restitusi," tulis Givner yang dikutip detikINET dari New York Post, Jumat (14/8/2026).

"Setiap fitur yang menyebabkan salah atribusi segera dihapus lebih dari sebulan lalu pada 7 Juli. Kami sedang meninjau tiap transaksi, kami berkomitmen penuh dan mulai pengembalian dana ke mitra merek sebagai akibat dari salah atribusi apa pun dan kami mempekerjakan Head of Compliance untuk memastikan hal seperti ini tak pernah terjadi lagi," sebut jubir Phia.

ADVERTISEMENT

Phia yang secara mengejutkan berhasil mengumpulkan dana USD 30 juta pada tahun 2025 dari para penyokong termasuk Hailey Bieber, Kris Jenner, dan pendiri Spanx, Sara Blakely, beroperasi sebagai ekstensi browser, yang menemukan kode diskon untuk pelanggan di berbagai toko online saat mereka mengeklik Phia pada saat checkout.

Saat pembeli menggunakan Phia dengan memilih salah satu kode kuponnya, software tersebut menjatuhkan cookie yang melacak aktivitas di seluruh web,untuk menunjukkan kepada pengecer tersebut bahwa mereka telah membantu mendorong penjualan, dan mendapatkan komisi.

Namun, Kianni dan Phoebe dilaporkan tahu ada fitur yang menjatuhkan cookie ke proses checkout bahkan ketika pelanggan tak menggunakan Phia. Praktik cookie stuffing ini dapat ditelusuri setidaknya hingga Desember pada penjualan di beberapa penjual besar, termasuk Nike, Gap, dan Nordstrom, dan tampaknya menjadi penyumbang terbesar dari pendapatan Phia.

Setelah Phia menonaktifkan fitur tersebut bulan Juli, pendapatan harian rata-ratanya anjlok dari sekitar USD 80.000 menjadi antara USD 10.000 hingga USD 28.000, menurut Bloomberg. Pada bulan Juni, cookie stuffing menyumbang sekitar 51% dari nilai barang yang diklaim Phia sebagai hasil penjualannya.

Jubir Phia mengatakan sebagian dari penurunan pendapatan yang tajam pada bulan Juli disebabkan oleh penonaktifan sebagian besar upaya monetisasi mereka saat itu, bukan hanya karena cookie stuffing, dan bahwa analisis Bloomberg atas data tersebut terlalu dibesar-besarkan.



(fyk/fay)
TAGS




Hide Ads
LIVE