Asyik, Google Maps Bakal Tunjukkan Rute Hemat Bensin

Asyik, Google Maps Bakal Tunjukkan Rute Hemat Bensin

Josina - detikInet
Minggu, 25 Apr 2021 19:20 WIB
FAIRFAX, CA - DECEMBER 13:  The Google Maps app is seen on an Apple iPhone 4S on December 13, 2012 in Fairfax, California. Three months after Apple removed the popular Google Maps from its operating system to replace it with its own mapping software, a Google Maps app has been added to the iTunes store. Apple Maps were widely panned in tech reviews and among customers, the fallout resulting in the dismissal of the top executive in charge of Apples mobile operating system. (Photo by Justin Sullivan/Getty Images)
Foto: GettyImages
Jakarta -

Salah satu alasan orang menggunakan Google Maps karena adanya fitur yang memberikan rekomendasi rute tujuan dalam waktu singkat. Namun demikian meski waktu tempuh lebih singkat, jalurnya tidak selalu menjadi rute terpendek.

Ini karena rute tercepat membawa pengguna ke jalan raya tujuan dengan jarak yang mungkin lebih jauh, namun karena kurangnya lalu lintas pada jalan tersebut maka jadi bisa dijangkau dengan waktu lebih cepat.

Nah, laporan dari Autoevolution telah mengungkapkan bahwa dalam pembaruan Google Maps, Google akan mengubah algoritma yang digunakannya untuk menghitung rute.

Ini berarti bahwa alih-alih menetapkan rute tercepat yang memungkinkan, Google sekarang akan mencoba menemukan rute yang paling hemat bahan bakar bagi pengemudi.

Misalnya, jika Google menentukan bahwa rute tercepat dan paling hemat bahan bakar memiliki perkiraan waktu kedatangan yang sama di tujuan, maka Google Maps akan lebih memilih opsi yang lebih ramah lingkungan.

Namun, Google tidak akan memaksakan hal ini kepada semua orang karena pengguna masih memiliki opsi untuk memilih apakah mereka menginginkan rute tercepat atau yang paling ramah lingkungan sebagaimana dilansir detiKINET dari Ubergizmo.

Ini merupakan pembaruan yang menarik karena efisiensi bahan bakar dapat ditentukan oleh banyak faktor. Seperti Seorang pengemudi dengan kaki yang berat atau yang mengerem terlalu keras dan secara tidak perlu masih dapat mengonsumsi lebih banyak bahan bakar pada apa yang disebut rute hemat bahan bakar.



Simak Video "Bantah Layanannya Down, Begini Penjelasan Google Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/afr)