Apple Blok Aplikasi Cek Suara di Pilpres AS 2020

Apple Blok Aplikasi Cek Suara di Pilpres AS 2020

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Selasa, 03 Nov 2020 22:08 WIB
Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) akan berlangsung bulan November. Namun di Carolina Utara sudah melakukan proses pemungutan suara, bahkan secara langsung.
Apple Blok Aplikasi Cek Suara di Pilpres AS 2020 (Foto: 20detik)
Jakarta -

Apple memblok aplikasi Drive Turnout untuk mengecek perhitungan suara pada Pilpres AS 2020. Banyak pihak mempertanyakan langkah Apple.

Diberitakan News.com Australia, Selasa (3/11/2020) aplikasi Drive Turnout digunakan untuk mengecek apakah suara yang diberikan pemilih sudah dihitung atau belum. Aplikasi ini dibolehkan di Google Play Store, tapi tidak dengan App Store.

Hal itu pun disayangkan penciptanya. Drive Turnout dibikin oleh Ari Steinberg, direktur teknik Airbnb. Aplikasi ini dia bikin dengan maksud positif, agar pemilih di Amerika tahu, suaranya sudah dihitung atau belum dalam Pilpres AS 2020.

Aplikasi ini akan meminta alamat dan kontak Facebook untuk dibandingkan dengan data pemilih yang tercatat di negara bagian. Hal inilah yang ditolak oleh Apple. Apple beralasan aplikasi ini menyalahi panduannya yaitu 'mengumpulkan data pribadi yang bukan dari pengguna atau tanpa diketahui pengguna tersebut'.

Steinberg protes kenapa Apple memberitahu penolakan ini setelah 2 minggu lamanya. Satu hal lain yang jadi kontroversi adalah dimana aplikasi ini digunakan.

Drive Turnout banyak dipakai di negara bagian Pennsylvania. Pennsylvania diketahui sebagai salah satu negara bagian dengan swing voter atau pemilih mengambang dengan jumlah yang tinggi.

Pennsylvania diperebutkan oleh Donald Trump dan Joe Biden pada Pilpres AS 2020. Itu sebabnya sebagian pihak mempertanyakan apakah blokir aplikasi Drive Turnout oleh Apple bermotif politik atau tidak.

Untuk diketahui, Pilpres AS 2020 akan mengadu antara petahana Presiden AS Donald Trump dari Partai Republik melawan Joe Biden dari Partai Demokrat. Pilpres AS 2020 akan berlangsung pada Selasa, 3 November 2011 waktu setempat atau dimulai Selasa petang waktu Indonesia.



Simak Video "Donald Trump Enggan Mengaku Kalah, Biden: Itu Memalukan"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)