Fitur Baru YouTube Cegah Berita Palsu Jelang Pilpres AS

Fitur Baru YouTube Cegah Berita Palsu Jelang Pilpres AS

Josina - detikInet
Jumat, 25 Sep 2020 13:30 WIB
Ilustrasi YouTube, Logo YouTube
Fitur Baru YouTube Cegah Berita Palsu Jelang Pilpres AS (Foto: Sean Gallup/Getty Images)
Jakarta -

YouTube terus meningkatkan keamanannya untuk melawan berita hoax terlebih pemilihan umum presiden AS yang sebentar lagi diselenggarakan.

Melalui blog resminya, YouTube mengumumkan serangkaian perubahan baru termasuk perubahan pada hasil pencarian untuk calon presiden dan kongres yang akan memiliki panel informasi resmi.

"Menjelang 3 November, kami bekerja keras untuk menjadikan YouTube sebagai sumber berita dan informasi yang lebih andal, serta platform terbuka untuk wacana politik yang sehat," kata Leslie Miller, YouTube's VP of Government Affairs and Public Policy yang dikutip detiKINET dari The Verge, Jumat (25/9/2020).

Upaya paling berani YouTube adalah tindakan baru yang secara khusus menargetkan berita-berita palsu seputar pemungutan suara melalui mail-in (surat masuk).

"Mulai hari ini, video yang berhubungan dengan pemberian suara melalui surat akan menyertakan panel info di bawah video yang mengarahkan pemirsa ke laporan lembaga think tank dari Pusat Kebijakan Bipartisan, berjudul 'Pemberian Suara melalui Jumlah Surat'," jelasnya.

Tautan tersebut dimaksudkan untuk menghilangkan informasi yang salah tentang pemungutan suara melalui email yang mengarah ke penipuan. Hal ini serupa dengan panel informasi YouTube sebelumnya tentang pendaratan di Bulan, vaksinasi, atau topik teori konspirasi umum lainnya.

Konspirasi pemungutan suara melalui surat sangat sensitif secara politis karena telah dipromosikan secara konsisten oleh Presiden Donald Trump, yang telah berulang kali dan tanpa dasar mengklaim bahwa pemungutan suara melalui mail-in akan mengakibatkan penipuan.

Twitter telah memberi label klaim tersebut sebagai menyesatkan pada beberapa kesempatan, tetapi tetap membuatnya terlihat dengan alasan layak diberitakan.

YouTube juga akan meluncurkan panel informasi baru untuk pertanyaan tentang pendaftaran pemilih, mengarahkan ke halaman 'cara mendaftar untuk memberikan suara' dan 'cara memberikan suara' milik Google yang sudah ada sebelumnya, keduanya diisi oleh mitra non-partisan seperti Democracy Works.



Simak Video "Tanpa Gimik Sensasi, Cara 'Frost Diamond' Gaet Jutaan Penonton di YouTube!"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)