Cara Bos TikTok Agar Tetap Eksis di Negeri Bollywood

Cara Bos TikTok Agar Tetap Eksis di Negeri Bollywood

Agus Tri Haryanto - detikInet
Sabtu, 04 Jul 2020 15:35 WIB
TikTok Bantah Tuduhan Bagikan Data Pengguna India ke Pemerintah Cina
Foto: DW (News)
Jakarta -

Untuk memberikan kepercayaan kepada pengguna, TikTok data server miliknya tidak disimpan di China, melainkan di Singapura. Sebelumnya, TikTok dan puluhan aplikasi asal negeri Tirai Bambu diblokir di India karena dinilai membahayakan data pengguna.

Meskipun beberapa waktu lalu pemblokiran aplikasi China di India ini tak terlepas dari insiden tewasnya 20 tentara negeri Bollywood dalam bentrokan dengan tentara China di perbatasan Himalaya. Sementara itu, data pengguna TikTok yang disimpan di Singapura ini khusus untuk Singapura.

Dalam surat TikTok kepada Pemerintah India tertanggal 28 Juni yang dilihat oleh Reuters, CEO TikTok Kevin Mayer menjelaskan bahwa Pemerintah China tidak pernah meminta data pengguna. Adapun bila memang terjadi, TikTok mengklaim kalau perusahaannya tidak akan memberikannya.

"Saya dapat mengkonfirmasi bahwa Pemerintah China tidak pernah meminta kepada kami untuk data TikTok dari pengguna India," tulis Mayer dilansir Reuters, Sabtu (4/7/2020).

Untuk menyakinkan mereka, Mayer bahkan mengungkapkan kalau data server pengguna India tidak ada di China, melainkan di Singapura.

"Jika kami pernah menerima permintaan seperti itu di masa depan, kami tidak akan mematuhinya," kata Mayer.

"Privasi pengguna kami, serta keamanan dan kedaulatan India, sangat penting bagi kami. Kami telah mengumumkan rencana kami untuk membangun pusat data di India," kata Mayer.

Disebut surat tersebut dikirimkan TikTok sebelum adanya pertemuan antara Pemerintah India dan anak perusahaan ByteDance pada minggu depan. Sementara menurut sumber yang akrab dengan Pemerintah India, larangan TikTok Cs di India tidak mungkin dicabut dalam waktu dekat ini.

Akibat larangan aplikasi TikTok di India menimbulkan kekecewaan sejumlah bintang TikTok yang terus bertambah di negeri sana. Di sisi lain, pesaing TikTok yang berasal dari India, Roposo, menambah 22 juta pengguna baru dalam 48 jam setelah larangan diberlakukan.



Simak Video "Dilarang di AS, TikTok Akan Gugat Keputusan Donald Trump"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/afr)