Pengguna Twitter Diminta Baca Artikel Dahulu Sebelum Diretweet

Pengguna Twitter Diminta Baca Artikel Dahulu Sebelum Diretweet

Josina - detikInet
Kamis, 11 Jun 2020 22:11 WIB
LONDON, ENGLAND - NOVEMBER 07:  In this photo illustration, the Twitter logo and hashtag #Ring! is displayed on a mobile device as the company announced its initial public offering and debut on the New York Stock Exchange on November 7, 2013 in London, England. Twitter went public on the NYSE opening at USD 26 per share, valuing the companys worth at an estimated USD 18 billion.  (Photo by Bethany Clarke/Getty Images)
Pengguna Twitter Diminta Baca Artikel Dahulu Sebelum Diretweet. (Foto: GettyImages)
Jakarta -

Jejaring media sosial jadi tempat mudah untuk saling bertukar informasi. Namun kebanyakan pengguna saat berbagi informasi artikel hanya membaca judul saja yang kadang judul tersebut bisa saja menyesatkan.

Tentunya dengan mereka yang membagikan informasi berdasarkan judul saja tanpa mau repot-repot membacanya menjadikan mereka orang yang menyebarkan berita palsu atau informasi yang salah.

Untuk membantu mencegah penyebar berita palsu dan jenis informasi yang salah, jejaring media sosial Twitter akan membuat beberapa perubahan dalam hal berbagi alias re-tweet.

Di aplikasi Twitter di Android, nantinya setiap kali pengguna me-retwet yang berisikan sebuah tautan artikel mereka akan diminta untuk membaca artikelnya terlebih dahulu.

Meskipun ini tidak akan menghentikan pengguna dari membagikan artikel yang belum baca, namun jeda sesat yang diberikan diharapkan akan mendorong pengguna untuk menggunakan sedikit pemikiran kritis dan meneliti sebelum mengklik tekan tombol re-tweet.

"Berbagi artikel dapat memicu percakapan, jadi Anda mungkin ingin membacanya sebelum melakukan tweet itu. Untuk membantu mempromosikan diskusi yang diinformasikan, kami sedang menguji permintaan baru di Android, ketika Anda me-retweet sebuah artikel yang belum Anda buka di Twitter, kami mungkin bertanya apakah Anda ingin membukanya terlebih dahulu," tulis Twitter Support dalam akun resminya yang dilansir detikINET dari Ubergizmo

.

Fitur ini masih diuji harus dipantau lagi apakah dapat membantu mengurangi berita palsu atau tidak namun untuk benar-benar terlibat maka fitur jenis permintaan dan sara ini harus dilakukan.

Ini bukan satu-satunya upaya Twitter untuk menyarankan penggunanya berpikir ulang sebelum mereka membuat tweet. Pada awal bulan lalu, Twitter memperkenal fitur yang mendorong pengguna untuk merevisi atau mengedit tweetnya sebelum diposting, terutama jika isi tweet tersebut yang mungkin dianggap berbahaya.

Twitter juga tidak sendirian dalam upayanya untuk melawan berita palsu. Karena platform media sosial lainnya, seperti Facebook telah melakukan upaya yang sama dari mereka.



Simak Video "Cegah Pelecehan, Twitter Hadirkan Fitur Batasi Tweet Balasan"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)