Aplikasi Signal Makin Diburu di Tengah Protes Kematian George Floyd

Aplikasi Signal Makin Diburu di Tengah Protes Kematian George Floyd

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 05 Jun 2020 07:03 WIB
Lebih dari 10 ribu orang ditangkap dalam aksi unjuk rasa yang digelar di berbagai wilayah Amerika Serikat (AS).
Aplikasi Signal Makin Diburu di Tengah Protes Kematian George Flyod. Foto: AP Photo
Jakarta -

Bukan WhatsApp, melainkan aplikasi Signal muncul jadi yang paling diunduh selama gelombang protes kematian tragis yang dialami George Floyd di tangan polisi Minneapolis, AS.

Di Negeri Paman Sam itu, jumlah pengunduh Signal meroket tajam sejak 25 Mei atau bertepatan dengan penangkapan pria keturunan Afro-Amerika bernama George Floyd oleh empat petugas polisi Minneapolis.

Dikutip dari Independent, Jumat (5/6/2020) tercatat jumlah download Signal meningkat menjadi 121 ribu kali pada saat itu, yang mana itu memecahkan rekor harian untuk aplikasi tersebut.

Bahkan, menurut App Annie, aplikasi Signal jadi yang terpopuler ke-12 di perangkat iPhone. Itu menjadikannya aplikasi ke-126 yang paling populer secara keseluruhan, naik dari posisi 963 pada minggu sebelumnya.

Lalu, pertanyaannya adalah apa istimewanya aplikasi Signal ini?

Signal menawarkan layanan komunikasi yang terenkripsi end-to-end. Itu artinya, pesan yang dikirimkan dari satu perangkat ke perangkat lainnya dikodekan, sehingga pesan tersebut tidak dibaca, meski itu oleh Signal sendiri. Begitu juga penegak hukum yang mencoba menterupsi pesan atau individu jahat lainnya.

Signal yang diluncurkan pertama kali pada 29 Juli 2014, adalah aplikasi komunikasi terenkripsi atau dengan penyandian untuk Android dan iOS. Ia dikembangkan oleh developer bernama Open Whisper Systems.

Kelebihan dari Signal memang adalah keamanannya karena terenskripsi serta diklaim anti sadap. Teknologinya yang bernama The Signal Protocol, ternyata juga digunakan di WhatsApp, Facebook Messenger, Skype dan lainnya.

Dibanding WhatsApp bahkan Telegram, popularitas Signal bisa dibilang masih di bawah. Namun namanya mulai banyak diperbincangkan setelah salah satu pendiri WhatsApp Brian Acton bergabung di Signal.

Tak sekadar bergabung, Acton akan mengguyur Signal dengan investasi senilai USD 50 juta atau di kisaran Rp 682 miliar. Pendanaan itu akan digunakan untuk mengembangkan Signal, seperti dikatakan co founder Signal, Moxie Marlinspike.



Simak Video "Polisi di AS Tembak Pria Kulit Hitam dengan Pistol Setrum"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/afr)