Pandemi Corona Jadi Berkah Buat Telegram, Bisa Cabut Blokirnya

Pandemi Corona Jadi Berkah Buat Telegram, Bisa Cabut Blokirnya

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 28 Apr 2020 10:54 WIB
LONDON, ENGLAND - MAY 25:  A close-up view of the Telegram messaging app is seen on a smart phone on May 25, 2017 in London, England. Telegram, an encrypted messaging app, has been used as a secure communications tool by Islamic State. (Photo by Carl Court/Getty Images)
Berkah Pandemi Corona Buat Telegram, Bisa Cabut Pemblokirannya. Foto: Carl Court/Getty Images
Jakarta -

Pemerintah Rusia didesak untuk mencabut pemblokiran Telegram di tengah pandemi Corona saat ini. Wah, ada apa?

Negara Beruang Merah itu menutup akses Telegram sejak April 2018 karena tidak menolak memberikan akses ke pemerintah. Melalui lembaga pengawas Roskomnadzor, layanan pesan instan tersebut pun diblokir.

Telegram diciptakan oleh Pavel Durov yang notabene berasal dari Rusia, tercatat ia lahir di Saint Petersburg pada 10 Oktober 1984.

Setelah dua tahun diblokir, Telegram seolah menunjukkan fungsinya. Dua pejabat setempat, Dmitry Ionin dan Fedot Tumusov menyerukan agar pemblokiran Telegram dicabut.

Para politisi mengatakan aplikasi tersebut punya andil besar dalam menginformasikan kepada publik terkait perkembangan terkini COVID-19 di Rusia.

Bahkan, kata mereka, Telegram dipakai pemerintah untuk memberi peringatan kepada wisatawan asal Rusia yang ada di luar negeri akan bahaya dari COVID-19.

Disebutkan akun resmi Pemerintah Rusia di Telegram memiliki lebih dari 280 ribu pelanggan dan menyediakan pembaruan harian terkait kasus virus Corona, menjelaskan langkah menangkal virus tersebut, dan menjawab pertanyaan umum.

Para politisi tersebut telah melayangkan surat kepada Kepala Departemen Komunikasi dan Media Massa Rusia agar aplikasi Telegram dibuka diblokirnya.



Simak Video "Imbas Pandemi Corona, Airy Berhenti Beroperasi"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)