Senin, 23 Mar 2020 14:08 WIB

Gojek dan Halodoc Hadirkan Telemedicine untuk Cek COVID-19

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Gojek, Kantor Gojek, Ilustrasi Gojek Gojek dan Halodoc Hadirkan Telemedicine Untuk Cek COVID-19 (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)
Jakarta -

Semua pihak bergotong royong mengatasi wabah corona. Gojek dan Halodoc menyiapkan telemedicine untuk membantu pemeriksaan COVID-19.

Telemedicine Check COVID-19 adalah layanan konsultasi online yang didukung 20 ribu dokter berlisensi dalam ekosistem Halodoc. Layanan ini tersedia dalam bentuk shuffle card di aplikasi Gojek.

Tinggal memilih shuffle card dan pengguna akan diarahkan ke layanan Check COVID-19 di aplikasi Halodoc. Mereka bisa berkonsultasi mengenai gejala kesehatan yang sedang dialami dan melakukan self-assessment atau pemeriksaan sendiri terkait COVID-19.

Apabila ada dugaan menderita COVID-19, dokter dari Halodoc akan meminta pengguna tetap di rumah, menerapkan isolasi di rumah dan obat yang diresepkan akan diantar oleh Gojek ke rumah pengguna. Ini supaya penyebaran virus corona bisa diminimalisir.


Bila membutuhkan penanganan dan tindakan lebih lanjut, akan dirujuk ke rumah sakit rujukan. Mitra dokter Halodoc telah mendapatkan pelatihan dan memiliki pengetahuan yang memadai sesuai anjuran Pemerintah dan WHO mengenai COVID-19, supaya bisa memberikan konsultasi yang tepat.

"Solusi telemedicine yang ditawarkan sangat membantu sistem kesehatan Indonesia dalam menyaring pasien dengan risiko COVID-19. Tidak hanya itu, Gojek dan Halodoc memiliki akses untuk menyebarkan informasi dan edukasi pencegahan COVID-19 kepada puluhan juta masyarakat Indonesia," kata drg Oscar Primadi, MPH, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan dalam rilis Gojek kepada detikINET, Minggu (22/3/2020).

Gojek dan Halodoc Hadirkan Telemedicine Untuk Cek COVID-19Foto: (Gojek/Halodoc)


Melalui layanan telemedicine Halodoc dan Gojek, pasien bisa tetap di rumah dan mendapatkan obat lewat Halodoc yang diantarkan langsung oleh Gojek. Layanan telemedicine membantu pemerintah untuk fokus dalam menangani pasien COVID-19 yang berada di kategori risiko tinggi atau berada dalam kondisi menengah-parah.

"Tentu para mitra driver dan mitra merchant kami yang membantu masyarakat Indonesia melewati masa sulit ini. Merekalah yang membantu masyarakat untuk mendapatkan barang, makanan dan obat-obatan yang diperlukan. Kami berharap Gojek dapat menjadi tulang punggung Indonesia untuk kita bersama melewati COVID-19," kata Co-CEO Gojek Group Andre Soelistyo.


Selain itu Co-CEO Gojek Group Kevin Aluwi mengatakan kerjasama dengan Halodoc ini bisa membantu masyarakat mendapatkan pemeriksaan awal COVID-19. Hal itu juga mendorong gerakan #dirumahaja dan meringankan beban pelayanan di rumah sakit.

"Kami percaya kami bisa membantu meringankan beban pelayanan di rumah sakit, mempercepat deteksi COVID-19 dan menghindari orang harus keluar rumah untuk tes sehingga pandemi COVID-19 bisa segera berlalu," kata Kevin.

Dari pihak Halodoc, CEO-nya Jonathan Sudarta mengatakan saat ini butuh terobosan untuk membantu masyarakat. Platform teknologi bisa menjadi solusi untuk melawan penyebaran virus corona.

"Sistem pemeriksaan awal kami akan membantu menyaring masyarakat dengan risiko COVID-19 rendah, medium hingga tinggi. Kami juga telah menyiagakan lebih banyak dokter sehingga masyarakat bisa berkonsultasi secara gratis saat ini kepada dokter di kategori COVID-19 kapanpun dan dimanapun," kata Jonathan.



Simak Video "Petinggi Gojek Kucurkan 25% Gaji untuk Driver Terimbas Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/rns)