Senin, 23 Mar 2020 12:20 WIB

Aplikasi Mobile Banking Jadi Solusi Perbankan Saat Pandemi Corona

Anggoro Suryo Jati - detikInet
TOKYO, JAPAN - JULY 16:  A man uses his smartphone on July 16, 2014 in Tokyo, Japan. Only 53.5% of Japanese owned smartphones in March, according to a white paper released by the Ministry of Communications on July 15, 2014. The survey of a thousand participants each from Japan, the U.S., Britain, France, South Korea and Singapore, demonstrated that Japan had the fewest rate of the six; Singapore had the highest at 93.1%, followed by South Korea at 88.7%, UK at 80%, and France at 71.6%, and U.S. at 69.6% in the U.S. On the other hand, Japan had the highest percentage of regular mobile phone owners with 28.7%.  (Photo by Atsushi Tomura/Getty Images) Foto: Atsushi Tomura/Getty Images
Jakarta -

Banyak perusahaan yang sudah menerapkan kegiatan bekerja dari rumah untuk karyawannya. Namun bagaimana dengan aktivitas perbankan? Aplikasi mobile banking mungkin bisa menjadi solusinya.

Selama pandemi corona ini, interaksi antar manusia memang sebaiknya diminimalkan. Seperti memberlakukan social distancing (pembatasan temu muka), hingga self quarantine (mengkarantina diri) sudah menjadi inisiatif hampir di setiap rumah.

Begitu juga dengan aktivitas perbankan, Saat temu muka harus dibatasi, seorang nasabah bank tak perlu bingung. Sudah banyak aplikasi bank yang siap diakses dari ponsel, dan bisa dilakukan dari mana saja.

Bank Syariah Mandiri misalnya. Dengan aplikasi Mandiri Syariah Mobile (MSM), nasabah Bank Syariah Mandiri dapat tetap mengakses layanan perbankan sambil bekerja dari rumah dan menjaga anak-anaknya.

"Komitmen kami menjaga kenyamanan nasabah selama pandemi ini berlangsung dapat terlihat di Mandiri Syariah Mobile. Di mana nasabah dapat melakukan semua kebutuhan transaksi penting tanpa harus pergi ke luar rumah," jelas Ahmad Reza, selaku corporate secretary Bank Syariah Mandiri dalam keterangan yang diterima detikINET.

Layanan transaksi seperti pembayaran kewajban bulanan mencakup tagihan PLN, telepon, uang kuliah, asuransi, internet, BPJS, sampai bayar zakat infaq dan sodaqoh bisa dilakukan melalui MSM.

Membeli voucher pra bayar seperti token PLN dan pulsa isi ulang ponsel, dapat dilakukan di aplikasi ini. Bahkan nasabah dapat melakukan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang periode pertama pelunasannya tengah berlangsung saat ini.

MSM pun dapat berfungsi sebagai alat belanja. Selain bisa top up saldo, terdapat layanan belanja online melalui fitur Transfer ke rekening non BSM. Nasabah pun bisa pilih menu pembayaran, lalu pilih menu e-Commerce selanjutnya tinggal pilih platform belanja online. Sehingga, berbelanja apapun sudah tidak perlu khawatir dengan penyebaran virus di luar rumah.

"Kami berupaya menjadikan MSM sebagai aplikasi supperap dimana nasabah tidak perlu pindah-pindah aplikasi lagi. All in one semuanya ada di Mandiri Syariah Mobile," tutupnya.



Simak Video "Apple Sediakan Screening Gejala Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)