Senin, 27 Jan 2020 07:38 WIB

Penerus Vine Meluncur, Siap Saingan dengan TikTok?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Byte
Jakarta -

Vine merupakan salah satu pionir platform video berdurasi pendek saat diluncurkan pada tahun 2013. Sempat diakuisi oleh Twitter, layanan ini kemudian ditutup selamanya pada awal 2017.

Sejak saat itu, co-founder Vine, Dom Hofmann langsung tancap gas mengembangkan Vine versi kedua yang terpisah dari Twitter. Kini hanya beberapa tahun kemudian, reinkarnasi Vine akhirnya meluncur dengan nama Byte.

Dilansir detikINET dari The Verge, Senin (27/1/2020) aplikasi Byte saat ini sudah tersedia untuk iOS dan Android. Sama seperti pendahulunya, Byte juga memungkinkan penggunanya mengunggah video berdurasi enam detik.

Byte hadir dengan antarmuka standar seperti feed, Explore, notifikasi dan profil. Kalian bisa membuat akun Byte baru menggunakan akun Google atau Apple ID.

Byte yang siap menyaingi Tik TokByte yang siap menyaingi Tik Tok Foto: Byte

Jika terdengar familiar, nama Byte memang sekilas mirip dengan Bytedance yang merupakan induk TikTok. Tapi keduanya tidak memiliki hubungan apa-apa, bahkan Hofmann mengaku ia sudah memikirkan nama Byte sejak 2015.

TikTok sendiri akan menjadi saingan terbesar Byte karena popularitasnya yang terus meningkat beberapa waktu belakangan. Byte juga tidak memiliki fitur seperti filter augmented reality, efek transisi dan fitur lainnya yang banyak ditemukan di TikTok.

Tapi Hofmann menjanjikan bahwa Byte akan berbeda dengan kompetitornya. Fokus awal Byte adalah untuk program monetisasi agar bisa membantu kreator yang populer di platformnya menghasilkan uang.

"Kami sedang melihat ke arah situ, tapi kami akan memulai dengan bagi hasil + ditambah dengan dana kami sendiri. Kami akan bagikan detail tentang program ini secepatnya," kata Hofmann kepada TechCrunch.

Penerus Vine Meluncur, Siap Saingan dengan TikTok?


Simak Video "Kini Pengguna Bisa Sembunyikan Komentar Balasan di Twitter"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)