Sabtu, 13 Apr 2019 16:41 WIB

Facebook Kembalikan Fitur Chat ke Aplikasi Utamanya

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: unsplash Foto: unsplash
Jakarta - Ketika Facebook menghilangkan fitur chat dari aplikasi utamanya sekitar lima tahun yang lalu dan memindahkannya ke aplikasi Messenger yang terpisah, banyak pengguna yang mengeluhkan karena harus mengunduh aplikasi baru

Tapi, Facebook sepertinya akan mengembalikan fitur chat ke aplikasi utamanya. Fitur tersebut saat ini sedang dalam tahap uji coba dan pertama kali diperhatikan oleh peneliti aplikasi, Jane Manchun Wong.




Ini berarti pengguna Facebook bisa langsung chatting sambil browsing di aplikasi media sosial tersebut tanpa perlu repot membuka aplikasi Messenger.

Pengguna bisa mengakses fitur ini dengan men-tap simbol Messenger di sisi kanan atas aplikasi Facebook. Setelah di-tap, pengguna akan dibawa ke bagian 'Chats', alih-alih membuka aplikasi Messenger yang terpisah.

Lewat cuitan berikutnya, Wong mengatakan bahwa bagian Chats ini hanya memiliki fitur yang terbatas dibandingkan fitur milik aplikasi Messenger. Pengguna tetap bisa menggunakan aplikasi utama untuk berkirim pesan, tapi untuk menelepon, mengirim foto atau mengirim reaksi pesan pengguna masih harus menggunakan aplikasi Messenger.

Mengingat misi Facebook untuk mengintegrasikan layanan messaging di tiga platform miliknya - Messenger, Instagram dan WhatsApp - sepertinya kembalinya fitur chat ke aplikasi utama tidak akan menggusur Messenger.



Juru bicara Facebook juga telah mengkonfirmasi bahwa mereka sedang meningkatkan kemampuan messaging di aplikasi utama dan memastikan Messenger tetap akan jadi aplikasi terpisah. Tapi mereka tidak mengatakan kapan fitur ini akan mulai digulirkan kepada pengguna secara global.

"Kami sedang menguji coba cara untuk meningkatkan pengalaman messaging untuk orang-orang di dalam aplikasi Facebook," kata juru bicara Facebook kepada The Verge, seperti dikutip detikINET, Sabtu (13/4/2019).

"Messenger tetap menjadi aplikasi messaging yang kaya fitur, terpisah dengan lebih dari satu miliar orang menggunakannya setiap bulan untuk terhubung dengan orang dan bisnis yang mereka pedulikan. Kami tidak memiliki detail tambahan untuk dibagi saat ini," sambungnya. (vim/vim)