Rabu, 03 Apr 2019 13:16 WIB

Lawan Hoax, WhatsApp Hadirkan Layanan Pengecek Fakta

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Carl Court/Getty Images/ Foto: Carl Court/Getty Images/
Jakarta - WhatsApp baru saja memperkenalkan layanan pengecek fakta di India. Layanan ini dihadirkan untuk melawan disinformasi dan berita palsu yang menyebar lewat platformnya menjelang pemilihan umum di India yang akan dimulai pada tanggal 11 April.

Dilansir detikINET dari Reuters, Rabu (3/4/2019) anak perusahaan Facebook ini bekerjasama dengan startup lokal Proto untuk menilai dan melabeli pesan yang menyebar di WhatsApp sebagai benar, salah, menyesatkan atau dibantah.



Pesan yang bisa mendapat label ini adalah yang telah diteruskan terlebih dahulu oleh pengguna kepada 'Checkpoint Tipline'. Pesan-pesan ini kemudian digunakan untuk menjadi database untuk mempelajari dan memahami bagaimana disinformasi menyebar.

Tidak hanya pesan teks yang bisa dicek faktanya, tapi juga pesan berbentuk gambar dan video. Layanan ini juga mendukung bahasa Inggris dan empat bahasa lokal seperti Hindi, Telugu, Bengali dan Malayalam.

Tapi, ketika Reuters mencoba untuk melaporkan pesan yang mengandung disinformasi kepada Checkpoint Tipline, respons dari WhatsApp masih terbilang sangat lambat. Dua jam setelah pesan tersebut dikirim mereka masih menunggu klasifikasi dari WhatsApp.



Ini bukan pertama kalinya WhatsApp menghadapi ancaman disinformasi dan berita palsu di platformnya menjelang pemilu. Tahun lalu, mereka juga menghadapi tantangan yang sama menjelang pemilu Brazil.

Layanan ini merupakan salah satu dari berbagai fitur baru WhatsApp yang hadir untuk menekan penyebaran berita palsu. Layanan chatting ini sebelumnya telah membatasi pesan hanya bisa diteruskan sebanyak lima kali, serta memberi label kepada pesan yang diteruskan.

Mereka juga baru saja memperkenalkan layanan untuk mengidentifikasi foto hoax lewat fitur 'search by image'. (vim/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed