Rabu, 13 Jun 2018 22:02 WIB

Aplikasi La Liga Digunakan Sebagai Alat Mata-mata

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: La Liga Foto: La Liga
Jakarta - Aplikasi La Liga yang merupakan aplikasi resmi untuk streaming pertandingan Liga Spanyol ternyata dapat mengakses mikrofon smartphone. Akses ini digunakan oleh La Liga untuk mendeteksi siaran pertandingan tidak berizin di ruang publik seperti bar dan restoran.

Ketika pengguna pertama kali mengunduh aplikasi ini, La Liga memberi opsi perjanjian syarat dan ketentuan yang standar dan kemudian perjanjian opt-in yang salah satunya memberi aplikasi ini akses untuk mengaktifkan mikrofon pengguna.

Aplikasi ini juga dapat mengaktifkan GPS di smartphone pengguna untuk memastikan posisi dari tayangan tidak berizin tersebut.



Menurut laporan dari El Diario, yang disadur detikINET dari Gizmodo, Rabu (13/6/2018), pengguna hanya bisa mengetahui permintaan izin akses tersebut jika membaca catatan kecil yang biasanya menyertai permintaan tersebut. Tindakan seperti ini dicurigai telah berjalan sejak lama dan baru mendapat perhatian publik setelah disahkannya GDPR.

Aplikasi ini sendiri tersedia global, namun hanya pengguna yang berbasis di Spanyol yang dimintai izin untuk akses-akses tersebut.

La Liga sendiri membela tindakan invasifnya ini karena alasan finansial. Menurut mereka, siaran tidak berizin merugikan perusahaan lebih dari 150 juta Euro (2,4 triliun Rupiah).

La Liga juga mengklaim bahwa aplikasinya tidak melanggar privasi pengguna. Hal ini dikarenakan aplikasinya mengubah rekaman audio menjadi kode dan mereka tidak menyimpan data tersebut di server milik La Liga.

(afr/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed