Minggu, 03 Sep 2017 12:30 WIB

Review Aplikasi

Menjajal Pesan Kita, 'WhatsApp' Buatan Lokal

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta - Pesan Kita atau yang disingkat PS menyemarakkan persaingan layanan pesan instan di Indonesia. Di antara invasi WhatsApp, Line, Facebook Messenger, hingga Telegram, PS yang merupakan buatan lokal mencoba naik ke permukaan.

XecureIT merupakan aktor di balik pembuatan PS. Perusahaan yang berdiri sejak 2005 lalu itu memang konsentrasi di bidang Teknologi Informasi Komunikasi, khususnya keamanan informasi. Unsur keamanan ini yang ingin diboyong ke PS.

"PeSankita Indonesia (disingkat PS) adalah aplikasi berkirim pesan yang aman, dan gratis," begitu yang tertulis di Play Store. Aplikasi ini belum tersedia di App Store.

Secara tampilan, PS menawarkan kesederhanaan untuk bisa dinikmati penggunanya sebagai sarana komunikasi. Ini mengingatkan keberadaan WhatsApp pada awal-awal kemunculannya.

Sebelum menggunakan PS, pengguna terlebih dahulu harus melakukan registrasi dengan mencantumkan nomor telepon. Nanti PS akan mengirimkan kode verifikasi lewat SMS. Saat detikINET menjajal, kode verifikasi terbilang lambat diterima pengguna.

Menjajal Pesan Kita, 'WhatsApp' Buatan Lokal Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET


Usai merampungkan registrasi. Pengguna hanya dihadapi dua pilihan title bar, yaitu satu untuk obrolan dan lainnya daftar nomor kontak telepon, tentunya sudah mempunyai akun PS.

Jangan kaget bila tampilan dan fitur yang ada di PS terbilang sederhana karena tidak ada untuk penulisan status atau foto profil yang sering kita temukan di WhatsApp dan Telegram. Meski demikian, PS memungkinkan membuat grup chat lebih dari 256 anggota yang itu serupa yang ada di WhatsApp.

PS juga memiliki fungsi-fungsi seperti mengirim file dengan format apapun, mengirim foto dan video yang resolusinya tidak compress, pengguna dapat mengaktifkan fungsi di-screen capture oleh penguna lain, pengatur waktu untuk menghapus pesan secara otomatis setelah dibaca oleh penerima.

Lalu, ada keamanan PS grup yang membedakan hak antara Pemilik (Pembuat) Grup, Administrator Grup, dan Anggota Grup, enkripsi (pengacak) pesan yang menyeluruh, termasuk pesan dalam grup.

Dengan demikian, isi pesan hanya bisa dibaca oleh pengirim dan penerima pesan. Selain itu, isi pesan yang dikirim online, diproses dalam server dan disimpan dalam basis data di ponsel, seluruhnya dienkripsi dengan kunci milik pengguna.

Tampilan latar chatting PS bisa diubah sesuai keinginan. Caranya masuk ke 'konfigurasi' lalu pilih penampilan dan klik 'Tema'. Ada warna, yaitu putih dan hitam.

Menjajal Pesan Kita, 'WhatsApp' Buatan Lokal Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET




Dukungan Pemerintah

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mendukung keberadaan aplikasi chatting lokal. Itu terbukti dengan menerapkan kebijakan di lingkungan kementeriannya agar komunikasinya menggunakan layanan pesan instan buatan dalam negeri.

Selama menjajal aplikasi lokal, khususnya PS, Menkominfo mengapresiasi pesaing WhatsApp dkk ini. "Sejauh ini oke," komentarnya kepada detikINET.

Menjajal Pesan Kita, 'WhatsApp' Buatan Lokal Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET


"Group chatting pejabat Kominfo juga mulai menggunakan aplikasi nasional manapun. Mungkin belum sempurna, namun kita jugalah yang harus berpartisipasi untuk menyempurnakannya," kata Rudiantara.

PS sendiri belum tersedia di App Store. Sampai saat ini PS sudah di-download lebih dari 1.000. Play Store memberi rating 4,7 kepada PS berdasarkan para reviewer yang telah menjajal aplikasi ini. (rns/rns)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed