Andi mengakui, salah satu faktor yang membuat tingkat pembajakan software di tanah air turun memang tak lepas juga karena faktor penegakan hukum (sweeping) yang dilakukan aparat.
"Namun bukan berarti polisi bisa asal sweeping. Saya tetap mengingatkan lah bagi para polisi untuk jangan asal main sweeping juga," ujarnya kepada detikINET, di sela IGOS Summit yang berlangsung 27-28 Mei 2008 di JaCC Jakarta.
Sementara faktor lain yang juga berpengaruh adalah karena masyarakat yang sudah mengerti mengenai dilarangnya menggunakan software bajakan, sehingga banyak yang beralih ke Open Source.
Andi berharap, tren penurunan tingkat pembajakan software di Indonesia terus berlanjut. Namun, ia tak mau muluk-muluk menargetkan berapa penurunan yang akan dicapai di tahun 2008 ini. " Ya penurunannya sedikit demi sedikit saja, 80% atau 83%," tukasnya.
Syukur-syukur, lanjut Andi, Indonesia bisa keluar dari watch list. Sebab, hal ini tentunya bakal berpengaruh terhadap iklim investasi yang lebih kondusif untuk industri di tanah air.
Menurut riset terbaru IDC yang diumumkan Business Software Alliance baru-baru ini, tingkat pembajakan Indonesia pada 2007 lalu mencapai 84% dengan menduduki posisi ke-12 dari 118 negara yang diteliti. Sementara pada 2006, Indonesia nangkring di posisi ke-8 dengan tingkat pembajakan 85%.
Mau pakai Open Source? Mampir dulu dong ke forum Linux & Open Source di detikINET Forum.
(ash/dwn)